18 Hari Hilang, 8 Korban KM Aleluya Berjumpa Keluarga di Manado

122

Manado, MP

Menghilang 18 hari, 9 orang anak buah kapal (ABK) Kapal Mesin (KM) Aleluya akhirnya ditemukan selamat. Korban akhirnya dipulangkan kembali ke Manado.

8 orang korban, masing – masing ABK bernama Elieser Manoka, Rizky Rahim, Jufri Lalele, Musbal Mabiang, Jon Manuahe, Lesianus Baghiu, Alfri Frans dan Rival Frans, Minggu (09/09), tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Mereka dijemput istri, anak, pemilik kapal dan tim dari Basarnas.

KM Aleluya dikatahui hilang kontak pada tanggal 27 Juli. Pada tanggal 28 Juli, Basarnas baru menerima laporan. Diterima info adanya kecelakaan pelayaran, KM Aleluya mati mesin di perairan Sulawesi Utara.

Setelah melakukan pencarian berhari-hari, operasi sempat dihentikan dan ditutup. Namun Basarnas tetap melakukan pemantauan apabila ada tanda-tanda dari KM Aleluya, operasi dibuka kembali.

Pada Rabu (14/08), pukul 09.00 Wita, 1 orang ABK Rahmat Bakus, ditemukan oleh kapal N03 Kinseimaru dan kemudian dievakuasi ke pelabuhan Naha Okinawa, Jepang.

Kamis (15/08) pukul 09.00 Wita, diterima info dari RCC Guam bahwa 8 ABK KM Aleluya lainnya telah ditemukan dengan kondisi selamat oleh kapal nelayan lokal. Masing – masing ABK bernama Elieser Manoka, Rizky Rahim, Jufri Lalele, Musbal Mabiang, Jon Manuahe, Lesianus Baghiu, Alfri Frans dan Rival Frans.

Mereka kemudian diserahkan pada US Coast Guard yang sedang melakukan patrol dan selanjutnya dievakuasi ke negara Republik Palau. Sementara itu, Kapal Aleluya ditarik oleh US Patrol Coast Guard dan dipantau oleh RCC Guam menuju pelabuhan Palau.

Berbagai upaya dan koordinasi yang telah dilakukan Basarnas selama ini dengan KBRI, korban KM Aleluya 9 korban akhirnya dapat dipulangkan melalui Kemenlu di KBRI Pulau.

Proses sangat panjang, akhirnya 1 korban bernama Rahmat Bakus pulang terlebih dahulu dan 8 korban menyusulnya pulang Manado dalam keadaan selamat, dan bisa berjumpa dengan keluarga.

Suasana haru menyelimuti pertemuan korban bersama anak dan istrinya.

“Saya dan keluarga saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala Kantor Basarnas Manado, Kemenlu dan seluruh tim yang sudah berupaya mencari dan menolong kami sampai pemulangan kami dari Palau. Hingga akhirnya saya bisa bertemu anak dan istri lagi dengan keadaan selamat bersama-sama teman-teman ABK,” ucap Rizki Rahim, salah satu ABK yang selamat.

“Kami juga turut mengapresiasi seluruh yang terlibat, khususnya KBRI di Palau dan di Jepang yang membantu pemulangan 9 korban KM Aleluya dan pihak terkait lain yang membantu dari proses pencarian hingga pemulangan para korban KM Aleluya dapat membuahkan hasil yang baik. Itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai Basarnas. Dan semoga dari kejadian ini kita dapat mengambil pelajaran dan pengalaman yang paling berharga ini untuk ke depan agar bisa lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan jiwa,” tutur Kepala Kantor SAR Manado, Gede Darmada.

Yudi, dari Kemenlu menjelaskan, pihaknya mengantar 8 korbang KM Aleluya dari proses pembuatan berkas-berkas untuk persyaratan pemulangan korban, sampai dipulangkan.

“Prosesnya sangatlah panjang. Kami memang akan mengurus semua warga Indonesia yang berada di luar negeri, yang mengalami masalah, dari pengurusan berkas-berkas dan pemulangan,” ujar Yudi.

Penyerahan korban ke keluarga diakhiri dengan penadatanganan berkas penyerahan dari Kemenlu ke Basarnas dan ke keluarga korban, untuk menandakan bahwa korban sudah selamat sampai tujuan dan diterima keluarga. (Kelly Korengkeng)