50 Siswa Ikut Lomba Dongeng Cerita Rakyat

272

Tondano, MP

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Sulut menggelar Lomba Dongeng Cerita Rakyat Daerah Minahasa, Kamis (9/9). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo SE MSi, bertempat di objek wisata dan budaya Benteng Moraya Tondano.

Lomba yang akan berlangsung selama 2 hari tersebut mengangkat tema “Budaya Lokal Dalam Upaya Pembentukan Karakter Bangsa”.

Diawali dengan Laporan Ketua Panitia Heribertus Merung SE, pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Dra Letty Purukan, Kepala Seksi Sejarah dan Nilai Tradisional Disbudpar Hendra Lumintang SS, jajaran Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulut, para juri dan undangan lainnya, yang diikuti oleh 50 orang peserta utusan berbagai sekolah di Kabupaten Minahasa.

Dalam sambutannya, Kadis Budpar Agustivo Tumundo memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang menetapkan Kabupaten Minahasa sebagai lokasi acara.

“Selaku pemerintah, kami sangat mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Apalagi lomba ini digelar di salah satu objek wisata yang mempunyai nilai sejarah dan budaya Minahasa yaitu Benteng Moraya ini,” kata Tumundo.

Dikatakan Tumundo bahwa berbagai upaya dan program nyata pemerintah telah dilakukan dalam upaya melestarian kebudayaan daerah dan memajukan kebudayaan secara nasional, di antaranya dengan dibangunnya Monumen Benteng Moraya ini, serta menata berbagaj objek sejarah dan budaya lain yang berada di wilayah Kabupaten Minahasa.

“Pengertian Kebudayaan menurut UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa dan hasil karya masyarakat. Apa yang adik-adik hasilkan melalui Lomba Dongeng Cerita Rakyat Minahasa ini akan menjadi suatu karya abadi yang tentunya sudah berperan dalam upaya pemajuan kebudayaan secara nasional,” urai Tumundo.

Ia pun mengharapkan agar melalui Lomba Dongeng Cerita Rakyat Minahasa ini akan melahirkan suatu karya terbaik dari para peserta sebagai bagian dari generasi muda Minahasa, yang diharapkan pula akan turut disebarluaskan ke berbagai kalangan sehingga upaya pelesatarian nilai budaya Minahasa turut terwujud.

Selesai acara pembukaan, para peserta diajak untuk melihat ukiran marga-marga Minahasa yang tercantum dalam Amphitheater Benteng Moraya, yang dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba. (Kelly Korengkeng)