AGC Gelar Sosialisasi PERS di Boltim

396

Tutuyan, MP

Artisanal Gold Council (AGC) menggelar sosialisasi tentang Program Emas Rakyat Sejahtera (PERS) pada Kamis (10/1) di ruang rapat Asisten 3 Sekretariat Daerah Bolaang Mongondow Timur. Kegiatan ini didukung oleh pemerintah Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulawesi Utara.

Acara AGC ini difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim dan menghadirkan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Kepala DLH Boltim, Sjukri Tawil, mengatakan bahwa PERS adalah program AGC yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan,dan ekonomi bagi komunitas yang terlibat di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di negara berkembang.

“Beberapa kegiatan yang menjadi cakupan program ini antara lain pembangunan fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri, pelatihan pengolahan mineral, pelatihan kesetaraan gender, pelatihan penggerak koperasi, pelatihan data dasar inventarisasi penggunaan merkuri, dan pelatihan monitoring lingkungan,” jelas Sjukri.

Sjukri menambahkan bahwa AGC merupakan organisasi lingkungan non profit yang berbasis di Kanada dan memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam sektor PESK di lebih dari 20 negara.

“Di Indonesia, lokasi program AGC berada di tiga provinsi. Salah satunya ada di provinsi Sulawesi Utara yang terletak di Tatelu (Minahasa Utara) dan desa Tobongon (Bolaang Mongondow timur Timur),” tambahnya.

Dikatakannya pula, saat melakukan pengolahan emas, merkuri yang dibuang 3 kali lipat banyaknya.

“Ada satu hal yang menarik menurut saya. Hasil survey dari Kementerian Lingkungan Hidup bahwa 1 kilo gram emas ditangkap menggunakan 3 kilo gram merkuri, jadi dapat satu kilo emas tapi membuang 3 kilo merkuri,” tuturnya.

Deputy Project Manager AGC, Supriyanto, hadir sebagai  pemateri di sosialisai ini. Ia membawakan materi tentang pembangunan berkelanjutan pada Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Indonesia.

“Terkait hal tersebut, ada program untuk  pemberdayaan PESK. Program ini adalah kerjasama pemerintah untuk pertambangan emas rakyat sejahtera,” ucap Supriyanto.

Supriyanto, memaparkan tentang PERS kepada seluruh stakeholder, sejumlah SKPD terkait dan awak media di Boltim.

“Salah satu aktivitas program ini adalah mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan merkuri dalam proses pengolahan emas, karena merkuri pasti akan dilarang pemerintah indonesia,” sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa AGC memberikan alternatif pengolahan emas tanpa merkuri.

“Pengganti merkuri pun ada beberapa metode namun masih ada juga yang menggunakan bahan kimia. AGC mencoba memberikan alternatif tidak menggunakan merkuri dan tidak juga menggunakan bahan kimia,” imbuhnya.

“Visi dasarnya adalah penghapusan merkuri di pertambangan emas skala kecil diseluruh indonesia, karena ada konpensi minamata yang bisa membahayakan manusia,” kunci Supriyanto.

Hadir di acara tersebut sejumlah SKPD terkait, Camat Modayag, Asisten 2 dan 3 serta penambang dari Boltim. (chindi limonu)