AGC Peduli Kesehatan Publik di PESK

315
Saat rapat sedang berlangsung. (ist)

Manado, MP
Tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan emas ramah lingkungan. Artisanal Gold Council (AGC) pula intens bergiat di aspek sosial. Sejak awal, AGC bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara senantiasa mengadvokasi dan mengedukasi publik. Utamanya yang tinggal di kawasan pertambangan emas skala kecil (PESK) Sulawesi Utara (Sulut).

Pun itu diimplementasikan melalui berbagai program kegiatan. Antara lain mengadakan workshop bersama instansi terkait. Kali ini, AGC menggelar stakeholder meeting tentang kesehatan yang melibatkan unsur Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut, Kabupaten Minahasa Utara dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Kesempatan itu, Selaku Gender Specialist AGC, Titik Hartini memaparkan sejumlah program. Dijelaskannya, meeting tersebut dilaksanakan untuk membahas modul pelatihan merkuri dan kesehatan di wilayah PESK.

“Dalam kegiatan ini, kami meminta masukan dari seluruh peserta. Ini sangatlah penting. Sebab, akan digunakan untuk pengembangan modul pelatihan yang sudah dibuat,” tutur Hartini di Hotel Quality Manado, Senin (21/1).

Usai kegiatan kata dia, AGC akan membuat MoU (memorandum of understanding) sebagai tindak lanjut. Menurut Mitra Lokal AGC di Kalimantan Tengah, Lentera Kartini melalui dr Ratna Yuniarti MKes, kepedulian terhadap kesehatan di lingkungan PESK merupakan tanggung jawab bersama.

“Apa yang dilakukan AGC, tidak bisa seterusnya. Kami ingin bergandengan dengan teman-teman. Sehingga, ketika program AGC selesai, pihak kesehatan bisa melanjutkannya lewat berbagai upaya. Semisal pengobatan, penyuluhan dan monitoring kesehatan di PESK,” terang Yuniarti.

Menghadiri kegiatan ini, Kepala Dinkes Kabupaten Boltim, Eko Marsidi SKM ME mengapresiasi AGC. Dirinya menyatakan, sangat mendukung program AGC. Apalagi, itu angat positif untuk masyarakat.

“Harus dilakukan, bagaimana meminimalisir suplai merkuri dan perlu ada solusi teknologi. Kini AGC membawa itu,” tandas Marsidi. (timmp)