AGC Seriusi Gender Mapping di Kawasan PESK Sulut

291
Foto bersama di sela-sela kegiatan. (ist)

Manado, MP
Perhatian Artisal Gold Council (AGC) terhadap Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Sulawesi Utara (Sulut) kian serius. Selain memperkenalkan teknologi pengolahan emas ramah lingkungan, AGC juga fokus terhadap persoalan gender di wilayah PESK.

Implementasinya, AGC bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulut menggiatkan stakeholder meeting tentang gender mapping. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Quality Manado, Senin (21/01).

Selaku Gender Specialist dari AGC, Titik Hartini memaparkan gender mapping di Tobongon dan Tatelu. Ini merupakan hasil kerjasama pihaknya bersama AMAN Sulut. 

“Dalam waktu dekat, AGC akan membuat MoU (memorandum of understanding) dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti upaya kerjasama yang lebih serius,” tutur Hartini.

Sementara, Training Specialist AMAN Sulut, Nedine Sulu mengungkapkan, gender mapping dilakukan selama tiga bulan. Dimulai dengan penguatan tim sejak Januari 2018. Menurutnya, forum stakeholder meeting menjadi ruang untuk mengevaluasi dan memperbaiki hasil gender mapping.

“Kegiatan ini juga ditujukan untuk menyerap masukan dari peserta forum yang nantinya akan melengkapi hasil gender mapping,” ucap Sulu.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sulut, Jull Takaliuang mengapresiasi upaya AGC dan AMAN terkait kegiatan di wilayah PESK. Kata dia, ini sangat positif. Pun terobosan AMAN dan AGC merupakan pintu masuk untuk merubah pola pikir demi keselamatan semua.

Diakuinya, selama ini perempuan yang ada di sekitar daerah pertembangan tidak pernah dilirik. Bahkan mendapatkan sentuhan khusus. Lanjutnya, melalui program kegiatan itu, pihaknya kemudian mendapatkan gambaran soal situasi yang dialami perempuan di pertambangan.

“Dengan adanya gender mapping dari AMAN, kita bisa merujuk untuk membuat suatu program. Tentu yang bisa menyentuh, memperbaiki, meningkatkan taraf hidup mereka (perempuan-red),” sebut Takaliuang.

Adapun forum ini dibuat untuk membahas data gender mapping yang masih berbentuk draft. Hasil forum ini akan melengkapi laporan gender mapping yang telah dilakukan AGC dan AMAN. Kegiatan ini diikuti 11 orang peserta. Terdiri dari aktivis, perwakilan lembaga swadaya masyarakat serta dinas terkait dari tingkat kabupaten dan Provinsi Sulut. (eka egeten)