AMAN dan AGC Gelar Seminar Pertambangan dan Lingkungan

304

Manado, MP

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulut dan Artisanal Gold Council gelar seminar bertajuk, “Menghadapi Persoalan Pertambangan Rakyat dan Lingkungan di Sulut”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Katrili Hotel Whiz Prime Manado, Kamis (6/11).

Menurut Ketua AMAN Wilayah Sulut, Lefrando Andre Gosal S.Teol, pertambangan emas telah menjadi bagian penting dari sejarah panjang masyarakat Sulawesi Utara (Sulut).

“Data menyebutkan, sejak era kolonial masyarakat Sulut telah akrab dengan pertambangan mineral logam, khususnya emas. Fakta ini membuat penduduk di jazirah utara Selebes ini sulit dipisahkan dengan dunia tersebut,” kata Gosal.

“Hari ini, ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, terutama warga Sulut sendiri, beraktivitas dan menggantungkan hidup dari pertambangan rakyat,” lanjutnya.

Di sisi lain, menurutnya fakta yang tak bisa dielakkan, keberadaan pertambangan rakyat masih bergelut dengan berbagai persoalan. Mulai dari aspek lingkungan hingga regulasi. Kenyataan pelik ini harus dihadapi pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat penambang,” terangnya.

“Terkait hal ini, Artisanal Gold Council bersama AMAN Wilayah Sulut memfasilitasi seminar ini,” tandasnya.

Terpantau hadir dalam kegiatan ini, Pejabat terkait dari Pemerintah Provinsi Suluy, aktivis di beberapa LSM dan ormas yang concern dengan persoalan lingkungan, jurnalis dan praktisi hukum di Sulut. (Eka Egeten)