Anggaran Biro Kesra Sulut Diusulkan Naik

270
Rapat Komisi IV bersama Biro Kesejahteraan Sulut (Iswan Sual)

Manado, MP

Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut haruslah mendapat topangan anggaran besar untuk dapat membuat program yang upaya menyejahterakan penduduk Sulawesi Utara (Sulut),

Oleh karena itu, anggota Komisi IV DPRD Sulut Herry Tombeng menyarankan penambahan anggaran pada badan Biro Kesra.

Saat ini, tengah digodok oleh DPRD Sulut dan Pemprov Sulut soal terkait perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.

Dikatakan bahwa Biro Kesra merupakan pemegang faktor penting dalam menyukseskan program-program pro rakyat itu.

“Ujung tombak kesejahteraan rakyat ada di Biro Kesra, kesuksesan ODSK ada dalam mensejahterakan rakyat juga bergantung dari kinerja Biro Kesra. Kalau anggarannya kecil, bagaimana akan mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu saya usulkan di APBD 2019, angggaran untuk Biro Kesra ditingkatkan,” ujar Tombeng.

Sebab, menurut Tombeng, ada beberapa program Biro Kesra yang perlu dukungan anggaran lebih, salah satunya Program peningkatan toleransi umat beragama.

“Saya lihat disini untuk program peningkatan toleransi umat beragama dianggarkan Rp 750 juta untuk 12 kegiatan yang dibagi 15 Kabupaten/Kota. Ini perlu diperbanyak, kalau cuma satu kegiatan di setiap Kabupaten/Kota maka tak terasa,” ujar Tombeng.

Lebih jauh, Tombeng menyampaikan bakhwa kegiatan tersebut, selain untuk meningkatkan ekonomi, juga akan memberikan kesibukan bagi masyarakat dalam beraktifitas.

“Tujuan dari kegiatan sangatlah bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian warga. Selain itu juga agar masyarakat memiliki kesibukan sehingga selalu berpikir positif, tidak akan terpengaruh ajakan-ajakan tak bermanfaat,” tutur Tombeng.

“Jadi menurut saya, perlu ada penambahan anggaran di Biro Kesra di APBD 2019,” kuncinya Tombeng. (Iswan Sual)