ASN Pemkot Diadili, Pasca Tak Kembalikan Pinjaman 175 Juta

50

MANADO, ManguniPost.com – Proses meja hijau Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Manado dengan terdakwa LS alias Loan, Selasa (11/02) telah masuk babak pemeriksaan saksi.

Dimana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menghadirkan saksi pasangan suami istri yang menjadi korban di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Relly Dominggus Behuku.

Dalam persidangan, korban mengaku kalau terdakwa beberapa kali datang ke rumahnya untuk meminjam uang. “Terdakwa meminjam uang beberapa kali sampai Rp175 juta,” terang Novianty Sulu.

Selain itu, korban juga menjelaskan kalau terdakwa punya berbagai alasan untuk meyakinkan korban meminjamkan uang kepadanya.

Bahkan, kalung emas milik korban juga diberikan kepada terdakwa karena merasa iba dengan alasan-alasan yang dikemukakan terdakwa. “Uang yang dipinjam adalah uang pensiun milik suami saya,” tutur korban.

Senada juga diungkap suami Novianty. Menurut suaminya, uang yang dipinjamkan mereka ke terdakwa ada yang ditransfer melalui bank dan ada yang diberikan secara langsung.

“Dia (terdakwa-red) berteman dengan istri saya, dan masih mempunyai hubungan keluarga. Karena merasa iba, kami memberikan uang itu,” tuturnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim kemudian menunda sidang hingga pekan depan.

Terpisah, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Advokat Doan Tagah saat dihubungi usai persidangan mengungkapkan kalau pihaknya tetap berpegang pada asa praduga tak bersalah.

“Selaku Kuasa Hukum terdakwa, saya meminta kepada semua pihak untuk menghormati asas presumption of innocent (praduga tidak bersalah). Sebab dalam penjalasan umum KUHAP butir ke 3 huruf c dengan jelas dan tegas mengamanatkan bahwa : setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, dan atau dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap,” tanggap Tagah.

Sebagaimana diketahui, terdakwa Loan harus menjalani proses meja hijau karena telah didakwa JPU, Selasa (04/02) lalu, dengan tudingan melanggar Pasal 378 dan 372 KUHPidana.

Dalam dakwaannya, JPU telah menerangkan dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan terdakwa LS terjadi 2018 lalu.

Berawal ketika terdakwa LS menghubungi saksi korban NS alias Novianty, dengan maksud meminjam uang. Karena percaya terhadap terdakwa, korban lantas memberikan pinjaman dengan cara transfer.

Parahnya, niat baik korban malah dimanfaatkan terdakwa secara berulang-ulang, sehingga korban harus menelan kerugian ratusan juta.

“Bahwa karena terdakwa belum mengembalikan uang pinjaman tersebut, mengakibatkan saksi korban mengalami kerugian materiil sekitar kurang lebih Rp175 juta,” terang JPU, saat membacakan dakwaannya. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur