Ayah Bunuh Anak, LPA Sulut Desak Gereja Harus Introspeksi

250
Jull Takaliuang. (ist)

Manado, MP
Lembaga Agama, gereja kekinian harus melakukan koreksi ke dalam. Berefleksi diri, sejauh mana perannya dalam keberlangsungan kehidupan umat dan masyarakat pada umumnya. Demikian ditegaskan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Utara (Sulut), Jull Takaliuang, Sabtu (18/8).

Diungkapkannya, kekerasan terhadap anak di Bumi Nyiur Melambai sangat tinggi. Apalagi, baru-baru ini publik di jazirah utara Selebes digegerkan dengan kasus pembunuhan yang dilakukan ayah terhadap anak di Kakas.

LPA Sulut menekankan, kasus di Kakas itu hendaknya jadi bahan refleksi bagi institusi pendidik perilaku, khusunya lembaga gereja. Sangat miris. Pelaku pembunuhan ternyata orangtua sendiri yang notabene sudah 2 periode sebagai Pelayan Khusus (Pelsus).

“Kan sebelumnya diteguhkan jadi Pelsus. Pasti sudah ada reat-reat untuk pembekalan. Akan tetapi masih berperilaku seperti setan. Ini jadi bahan refleksi internal untuk gereja,” tegas Takaliuang.

Dirinya pun menyampaikan turut berdukacita atas tragedi yang sangat memilukan Sulut ini. Menurutnya, kejadian tersebut merupakan tanda lonceng darurat kekerasan anak di Sulut, berbunyi lagi.

“Sekali lagi, lembaga agama, gereja harus berefleksi diri. Di mana kita? Harus ada yang dikoreksi ke dalam,” ketus Takaliuang, juga seorang aktivis lingkungan ini. (timmp)