Bacaleg Masih Berstatus ASN Disasar Bawaslu

286
Kenly Poluan

Manado, MP

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawalu) Sulawesi Utara (Sulut) tengah membidik Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disinyalir masih aktif.

Ini dipicu oleh temuan Bawaslu di lapangan tatkala menelusuri untuk memastikan calon yang statusnya ASN itu, sudah mengundurkan diri atau belum.

“Itu yang harus ditelusuri apa sudah mundur atau belum. Nanti kita buat hasil pengawasan. Kita harus cocokan dengan KTA (kartu tanda anggota partai, red), berkas pencalonan dan KTP (kartu tanda penduduk). Baru faktual. Apakah masih bekerja sebagai ASN,” ujar Komisioner Bawaslu Sulut, Kenly Poluan, Rabu (1/8) kemarin.

Ditegaskan, masalah ini memang harus ditelusuri lebih lanjut oleh pihaknya. Memang ia mengakui, batas pengunduran diri dari ASN harus sebelum Daftar Calon Tetap (DCT).

Namun, apabila Bacaleg tersebut masih ditemukan melakukan kerja-kerja kepegawaian ASN seharusnya tidak diperbolehkan.

“Itu kan tidak bisa lagi. Harus mundur dari jabatannya. Harus jelas posisinya. Katanya dia kepala dinas,” ujar Poluan waktu ditemui di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut.

Diinformasikan, Undang-Undang Pemilu atau Peraturan KPU, seorang berhak mengajukan untuk mendaftar Caleg dan bisa mengundurkan diri dari ASN. Hanya saja dalam Undang-Undang, ASN tidak diperbolehkan masuk parpol.

“Dalam Undang-Undang ASN tidak ada pengecualian. PNS tidak bisa jadi anggota parpol. Karena pastinya, kalau sudah jadi caleg, sudah ada KTA (anggota parpol, red). Kita akan berikan rekomendasi ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) karena itu wewenang mereka,” tutupnya. (Iswan Sual)