Bakal Telan Rp 1 M, Persiapan Kongres Rakyat Minahasa Kian Mantap

832
Rapat Majelis Adat Minahasa

Manado, MP

Gerakan pemantapan kebudayaan Minahasa di hampir semua aspek dan unsurnya terus dilakukan oleh banyak pihak di tanah Nyiur Melambai dan di pasengkotan (tanah perantauan). Tak mau ketinggalan pula Majelis Adat Minahasa (MAM).

Dalam rapat MAM yang digelar di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara (DPRD Sulut) pada Rabu (7/11) 2018 itu terumbar  rencana akan digelarnya Musyawarah Adat Kerja pada Selasa 20 November 2018 pukul 09.00 wita di Manado nanti.

Lona Lengkong selaku pimpinan rapat menyampaikan, kegiatan tersebut diharuskan sesuai aturan dan mesti bernuansa adat dan kebudayaan tanah Malesung atau Minahasa.

“Ada undangan untuk 20 orang. Ditambah, setiap pakasaan membawa 9 orang dengan satu juru bicara. Utusan wajib ada rekomendasi yang ditanda tangani oleh pimpinan pakasaan. Dan peserta wajib pake baju adat,” kata Lengkong.

Dalam rapat yang dihadiri utusan-utusan sub-etnis suku Minahasa tersebut dibahas pula persiapan pelaksanaan Kongres Rakyat Minahasa pada 12 Februari 2019 nanti. Hampir bisa dipastikan kegiatan yang bakal berbandrol Rp 1 miliar itu akan dihadiri oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

“Dalam kongres itu ada pengukuhan adat bagi gubernur dan kepada tokoh lain yang dianggap layak. Mudah-mudahan dapat Rp. 1 M. Sudah masuk APBD. Sudah bicara dengan Sekprov. Dananya sudah ada. Tinggal susun rencana anggarannya,” beber Lengkong

Lebih lanjut dikatakan Lengkong bahwa MAM akan bertemu dengan Wakil Gubernur Steven Kandouw agar para Sekretaris Kabupaten/Kota nantinya turut melibatkan para lurah dan hukum tua di seluruh tanah Minahasa.

“Yang akan diundang adalah seluruh lurah dan kuntua di tanah Minahasa dan diaspora. Kita akan bagi tugas kerja sama dengan ketua pakasaan. Peserta kongres diingatkan bahwa adalah wajib memakai pakaian adat,” pungkas pria Tonsea itu.

Walaupun masih akan dikonsultasikan dengan gubernur Sulut, Kongres Rakyat Minahasa itu sudah disetujui peserta rapat akan dilaksanakan di Wale Ne Tou Tondano

Ajang akbar ini direncanakan akan mendatangkan sebanyak mungkin tokoh adat Minahasa dalam negeri dan dari diaspora.

“Kita akan data semua organisasi Kawanua dan melalui KKK orang Minahasa akan diundang pulang kampung agar bisa bertemu dengan sesama keturunan Opo Lumimuut dan Opo Toar,” tuturnya.

Hadir dalam rapat di gedung cengkeh itu antara lain Sompie Singal, Fani Legoh, Wempie Frederik dan Syeni Watulangkouw. (Iswan Sual)