Bawa Lari Gadis Kawangkoan, Warga Minut Terancam 15 Tahun Penjara

276

Kawangkoan, MP

Aparat kepolisian membekuk FN alias Nando (18). Ia ditangkap karena membawa kabur anak gadis di bawah umur. Ancaman 15 tahun penjara pun menantinya.

FN dibekuk polisi karena membawa lari M (sebut saja Mawar), gadis berusia 14 tahun selama 5 hari. Ia akhirnya diringkus polisi di Kelurahan Teling, Kota Manado, Rabu (19/6).

Kanit Reskrim Polsek Kawangkoan, Bripka Fredy Tololiu, SH mengatakan, setelah menerima pengaduan dari orang tua Korban yang menyatakan bahwa Mawar keluar dari rumah di Desa Kiawa Dua Timur, Kecamatan Kawangkoan Utara sejak hari Kamis, 13 Juni 2019.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Selasa (18/6), setelah melakukan pengembangan hasil penyelidikan diketahui keberadaan Korban bersama lelaki FN alias Nando yang berada di Kelurahan Teling Kota Manado.

Di bawah pimpinan Kanit Reskrim,anggota Polsek Kawangkoan langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan keduanya di rumah salah satu warga di Kelurahan Teling, Manado.
Mereka kemudian diamankan di Kantor Polsek Kawangkoan.

Setelah diinterogasi, menurut Nando ia bertemu dengan Mawar di jalan raya Sonder, depan Kantor Koramil Sonder, kemudian korban dibawa ke rumah terduga pelaku di Kampung Ambon Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, sampai pada hari Senin (17/6). Ia juga menjelasakan, saat berada di rumahnya, mereka telah melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Dari keterangan tersebut, untuk lokus delicti berada di wilayah hukum Polres Minahasa Utara sehingga oleh Kanit Reskrim Polsek Kawangkoan Aipda F. Tololiu, SH, melimpahkan penangannya kepada Polres Minahasa Utara, Rabu,(19/6).

Kapolsek Kawangkoam IPTU Nofri Umar, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa benar untuk penanganan perkara membawa lari anak perempuan di bawah umur yang telah dilaporkan oleh warga Kiawa, Kawangkoan Utara, telah dilimpahkan penanganannya ke Polres Minut.

“Karena ulahnya tersebut, FN terancam dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 atau UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tandas Nofri. (Kelly Korengkeng)