Belum Dihuni, RTLH di Boltim Rusak Ringan

140

Tutuyan, MP

Dua unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) di lahan HGU Tutuyan rusak.
Amatan media ini, rumah yang dibangun di atas lahan HGU Tutuyan, sebanyak 40 unit berdiri kokoh. Namun ada dua rumah terlihat rusak ringan.

Diketahui, rumah tersebut baru selesai dibangun Pemerintah Kabupaten Boltim, lewat Dinas Sosial akhir 2018. Ada dua rumah yang batu batanya bergeser sekitar 5 cm. Sehingga terlihat lubang sepanjang 1,5 meter.

Ada pula batu bata yang sudah retak, sehingga terlihat membahayakan pemilik rumah. “Kami sudah sampaikan masalah ini ke Dinas Sosial,” kata Hamdi Mokoagow, salah pemilik rumah yang rusak.

Kata dia, kerusakan pada batu bata yang menempel di kayu. Kayu tersebut mentah, sehingga susut. Jadi terjadi pergeseran. Karena terkena sinar matahari.

Warga menilai, pemerintah harus memperbaiki dulu rumah-rumah tersebut sebelum ditempati warga.
Selain itu, lokasi dan rumah RTLH di lahan HGU Tutuyan dianggap belum layak ditempati. Karena belum memiliki listrik, air dan toilet. Maka perlu waktu dan biaya untuk membangun.

Menurut warga, RTLH di lahan HGU Tutuyan sudah ada pemiliknya. “Kami sudah cabut undi dan masing-masing telah mendapatkan lokasi serta nama sudah ditempel di tiap rumah” ujar Yulanda Modeong.

Sementara, Kepala Dinas Sosial, Rudi Malah mengatakan, kerusakan di dua rumah RTLH telah diajukan ke Dinas Keuangan Daerah, untuk proses perbaikan.

“Kami telah ajukan dana perbaikan sebesar Rp10 juta rupiah. Namun belum tahu apakah disetujui atau tidak,” terang Malah.

Lanjut dia, akan diusahakan ke depan untuk toilet dan listrik bagi warga RTLH. Namun, masalah penempatan diserahkan ke Sangadi Tutuyan Induk.

Ke depan lokasi tersebut bakal dibangun 100 lebih unit dengan anggaran Rp30 juta rupiah. (Jerry Isini)