Berantas DBD, Pemprov Sulut Getol Beraksi

214
Tampak para ASN dan THL sedang melakukan kerja bakti. (ist)

Sulut, MP
Gerakan perlawanan terhadap penyebab demam berdarah dengue (DBD) di Bumi Nyiur Melambai, masif dilancarkan. Bendera perang teracung ke sarang nyamuk aedes aegypti. Sumber-sumber pertumbuhan jentik pun dibidik. Menjulangnya angka penderita DBD di Sulawesi Utara (Sulut) jadi pemantik. Berbagai pihak pula getol beraksi.

Aksi pemberantasan penyakit mematikan itu dilakoni ribuan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga harian lepas (THL) Pemerintah Provinsi Sulut. Kerja bakti membersihkan lingkungan Kantor Gubernur dan sekitarnya pun diimpelmentasikan, Jumat pagi (11/1). Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen SE MS menuturkan, giat tersebut merupakan tindakan preventif. Misi awal untuk memutuskan mata rantai penyebaran nyamuk DBD.

Selama kerja bakti berlangsung, tampak para ASN dan THL serius membersihkan saluran air, mengubur barang-barang bekas, menutup tempat penampungan air dan menguras bak mandi di seluruh area Kantor Gubernur. Silangen mengatakan, kerja bakti yang dilakukan seluruh perangkat daerah ini bertujuan mencegah bertambahnya kejadian DBD di Sulut.

“Kerja bakti ini untuk mengeliminasi penyakit DBD. Hingga Januari 2019, sudah terjadi 264 kasus DBD. Padahal, di Januari 2018 hanya 54 kasus,” kata Silangen di sela-sela memimpin kerja bakti.

Lanjutnya, kerja bakti sangat efektif untuk menghilangkan jentik nyamuk. Sebab, pencegahan penyakit DBD bukan hanya melalui fogging. Namun hal utama ialah bagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Silangen pun mengimbau seluruh ASN mesti mampu berperan. Tentu menjadi penggerak kebersihan di lingkungan rumah masing-masing.

“Selain di kantor, setiap ASN dan THL juga harus aktif membersihkan lingkungan tempat tinggalnya,” ketus Silangen.

Adapun kerja bakti massal ini, juga untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur Olly Dondokambey SE. Adalah gerakan serentak pencegahan, pengendalian dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dengan metode 3M (menguras menutup mendaur ulang) secara kontinu.

Kerja bakti turut diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang, Kepala Biro Umum Clay June Dondokambey serta Kepala Biro Protokol Humas Provinsi Sulut, Dantje Lantang. (timmp)