Bila Ditemukan, Calo CPNS Akan Ditindaki

276
Olly Dondokambey

Manado, MP

Peringatan keras terucap dari mulut  Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, di momen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Warning nahkoda Bumi Nyiur Melambai itu tersiar tatkala terendus sejumlah calo sedang beredar. Bila ternyata bersua dengan oknum, masyarakat diminta melapor.

Tou (orang) nomon 1 Sulut itu menghimbau kepada masyarakat agar tidak ada lagi pencaloan dalam perekrutan CPNS 2018 kali ini.

“Sulut tidak ada lagi pencaloan,” tegas Olly, baru-baru ini, dalam kesempatan Rapat Paripurna DPRD Sulut.

Ia menegaskan, kalau seandainya ditemukan ada pencaloan maka pihaknya akan menindak sesuai dengan ketentuan.

Masyarakat bisa melaporkannya lewat akun di media sosial.

“Kalau ada pencaloan, langsung lapor, kita akan tindaklanjuti. Bisa lapor di facebook,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Fanny Legoh mengingatkan, masyarakat jangan terpancing dengan ulah para oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut.

“Saya kira penerimaan CPNS ini ada aturan dan mekanismenya yang sudah diatur pemerintah. Dia bersifat regional. Sistim penerimaannya dari pusat secara online dengan prosedur-prosedur yang harus diikuti. Maka dari itu saya harapkan masyarakat jangan terpancing dengan oknum-oknum yang menjanjikan bisa memasukan ke CPNS karena semuanya ada aturan,” pintanya.

“Penentuannya bukan dari BKD lagi tapi di pusat. Praktik calo ini memang merugikan masyarakat. Jangan sampai masyarakat karena ingin cari gampang kemudian terpancing. Kalau mentalnya baypass seperti itu susah juga,” sambungnya.

Legoh meminta, jika benar didapati ada calo dalam proses penerimaan CPNS, harus ditindak tegas.

Dirinya merasa, dari pemerintah sudah mengingat-ingatkan agar hati-hati terhadap orang-orang yang menawarkan seperti ini.

“Kalau memang terbukti ada yang melakukan (calo) tentu harus ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Ini kan namanya pidana. Tapi mudah-mudahan tidak ada. Ini menyengsarakan masyarakat karena kadangkala penipuan,” tutup Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut ini. (Iswan Sual )