Boltim Miliki 32 Penderita Kusta

806

Data Statistik Dinkes Periode 2015-2018

Tutuyan, MP – Berapa banyak masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  yang terkena penyakit kusta, telah dibeberkan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P)nya, Aviv Sangki, Rabu (30/01).

Saat dijumpai wartawan Mangunipost, Sangki membeberkan bahwa data yang dimiliki pihaknya telah mencatat ada 32 masyarakat Boltim yang terindentifikasi mengidap penyakit kusta periode 2015-2018.

Dirincikan Sangki, penderita kusta terbanyak didapati tahun 2018, dengan jumlah 16 kasus. Sedangkan untuk 2015, tercatat ada 7 kasus, 2016 ada 3 kasus, dan 2017 ada 6 kasus.

Adapun dalam proses penanganan, Sangki menerangkan kalau pihaknya telah memilih untuk melakukan jemput bola daripada berdiam di kantor. “Sehingga kami turun langsung ke desa dan ternyata cukup banyak penderitanya empat tahun ini,” tuturnya.

Untuk metode indentifikasi, Dinkes Boltim bersandar pada program ICF dan Frambusia. “Indentifikasi melalui program ICF dan Frambusia. Kami akan rutin lakukan indentifikasi. Bisa jadi tahun ini jumlahnya akan bertambah. Karena banyak para korban tidak mau berobat. Mereka menganggap penyakit tersebut adalah kutukan atau dosa, sehingga mereka malu,” pungkasnya.

Dari sisi ilmu kedokteran, diperoleh informasi kalau penyakit kusta ini ditimbulkan oleh bakteri Mycobacterium. Gejalanya berupa bercak merah dikulit, mati rasa, timbul luka kecil tapi tidak terasa sakit.

“Kusta merupakan penyakit yang memang disebabkan oleh bakteri. Jika tidak segera diobati korban akan mengalami kecatatan. Tidak perlu malu untuk berobat, karena kusta juga bagian dari penyakit yang harus disembuhkan,” ungkap dokter Jilly Suatan.

Sementara itu, untuk penanganan penyakit kusta di Boltim tahun ini, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Penangulangan Penyakit (P2P) dan Wabah Dinkes Boltim, Sammy Rarung akan digelar program pengobatan gratis.

“Kami akan berupaya di tahun 2019 ini, bagi yang teridentifikasi kasus kusta, langsung dilakukan penanganan. Karena penanganan kusta kering lama pengobatannya 6-8 bulan dan basah 8-10 bulan. Obat ini gratis diberikan,” tuntasnya. (*)

Penulis : Chindi Limo

Editor : Jack Wullur