BPJN Dianggap Gagal Tepati Janji

262
Pengerjaan jembatan di Desa Kayumoyondi.

Tutuyan, MP – Slogan Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Manado, ‘Bekerja Keras, Bergerak Cepat dan Bertindak Tepat’, dikritisi. Jargon tersebut dianggap tidak bisa dibuktikan pada proses pengerjaan jalan di ruas Buyat, Molobog dan Onggunoi serta pergantian jembatan Kayumoyondi.

Sorotan pun meletup dari masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Sembari mendesak agar BPJN bisa segera menyelesaikan proses pengerjaan proyek-proyek itu. Khususnya jembatan di Kayumoyondi.

Warga mengungkapkan, akibat proyek jembatan ini, arus lalu lintas sering terganggu dan mengakibatkan jalan menjadi licin.

“Jalan sering macet. Karena pengerjaan jembatan yang entah kapan selesainya,” keluh Masrul Ngadimon, warga Kayumoyondi, Jumat (11/1).

Sekretaris Desa (Sekdes) Kayumoyondi, Muksin Gobel, ikut menyoroti pembangunan jembatan tersebut. Pasalnya, tidak hanya menggangu lalu lintas, proyek itu membuat jalan menjadi licin karena truk pengangkut semen dan material membawa lumpur dari lokasi pembangunan jembatan ke jalan raya.

“Akibatnya jalan menjadi licin dan sangat membahayakan pengguna jalan,” sorotnya.

Dia pun meminta kepastian dari pihak BPJN dan kontraktor soal tenggat waktu penyelesaian proyek tersebut.

“Memang jembatan ini bergunan bagi masyarakat, tapi diperjelas kapan akan selesai. Jangan diperlambat,” pintanya.

Menanggapi hal ini, PPK proyek ruas Buyat, Molobog dan Onggunoi serta pergantian jembatan Kayumoyondi, Leopold Wangania mengutarakan alasan tertundanya pengerjaan tersebut.

“Ada perubahan desain pondasi sumuran ke tiang pancang. Jadi terlambat,” ungkapnya belum lama ini.

Ia memastikan akan memberikan sanksi kepada pihak kontraktor berupa denda keterlambatan.

“Kontraktor akan dikenakan denda keterlambatan. Pengerjaannya akan diselesaikan tahun ini tapi waktu belum dipastikan. Intinya akan dikebut,” aku Wangania.

Sementara untuk jalan yang sering licin, dia sudah menginstruksikan pada pihak kontraktor untuk membersihkannya.

“Kami sering meminta kontraktor untuk membersihkan jalan setelah dilewati truk,” jelasnya.

Dia juga menekankan, sisa pekerjaan tinggal perkerasan aspal.

“Kami berupaya terus untuk menyelesaikan pekerjaan ini agar masyarakat bisa segera menggunakannya,” tukasnya. (Chindi Limo)