Cerita SBY Tiga Kali Tolak Ajakan Jokowi Gabung Koalisi

265
Cerita SBY tiga kali tolak ajakan Jokowi gabung koalisi SBY bertemu Jokowi di Istana. ©2017 Biro Pers Setpres

Jakarta, MP

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, dirinya sangat menghormati Presiden Jokowi dan menegaskan tidak ada masalah dengan mantan gubernur DKI Jakarta itu. Dan hambatan untuk berkoalisi bukan datang dari Jokowi maupun dirinya.

Malah SBY menuturkan, dirinya melihat ketulusan dari seorang Jokowi saat mengajaknya bersama masuk dalam koalisi. Jokowi, kata SBY, usai Pilpres 2014 sudah mengajak Partai Demokrat masuk dalam koalisi.

“Saya benar-benar merasakan ketulusan Pak Jokowi untuk mengajak kami di dalam. Saya harus katakan nampaknya ada hambatan dari Demokrat untuk ada dalam koalisi,” kata SBY di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018) malam.

SBY menambahkan, setidaknya ada tiga kali pertemuan dengan Jokowi yang mengajak Demokrat bergabung. “Ini sejarah, ini kebenaran pada Oktober 2014 saya presiden, dan Jokowi presiden terpilih. Beliau bilang apakah tidak baik kalau Demokrat berada di pemerintahan. Saya jawab tidak tepat bapak, Demokrat tidak mengusung Jokowi dan Prabowo. Waktu itu kami mengadakan konvensi namun tidak berhasil,” cerita SBY.

SBY menuturkan, ajakan bergabung itu kembali mengemuka dari Jokowi saat dirinya mendatangi istana. Saat itu, SBY mengaku sekaligus ingin mengklarifikasi munculnya dugaan dirinya ada di belakang aksi 212 dan 411.

“Kemudian ada aksi damai 212 dan 411 saya difitnah macam-macam dan saya datang ke istana untuk mengklarifikasi. Setelah itu pertemuan sering dilakukan dan semangatnya memang cocok dan kalau ditakdirkan Demokrat mengusung beliau kalau beliau ditakdirkan dipilih kembali dan Demokrat bisa ada dalam pemerintahan bisa berkontribusi di dalam. Begitu katanya,” beber SBY.(merdeka.com)