DBD Kian Meresahkan, Legislator Sulut Desak Instansi Pemerintah

220
Fanny Legoh. (ist)

Manado, MP
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kian meresakan. Publik Nyiur Melambai terancam. Sorotan tajam melengking dari mulut wakil rakyat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diminta segera bertindak.

Desakan untuk pencarian solusi datang dari Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Fanny Legoh. Menanggapi pandangan yang mengatakan, fogging bukanlah prioritas, dirinya tak setuju. Menurutnya, bila tindakan ini bukan pilihan maka instansi terkait harus punya solusi.

“Apa ada cara lain yang bisa dilakukan secara medis? Kalau tidak ada, terpaksa harus lakukan fogging,” tutur politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini di ruang kerjanya, Selasa (8/1).

Baginya, fogging bisa tidak dilakukan jika ada metode baru yang didapat dari kajian medis. Jadi, sambil menunggu kebijakan atau alat baru untuk pencegahan DBD, tentu harus pakai cara fogging dahulu. Kemudian jalankan 3M (menguras penampungan air, menyingkirkan barang  bekas dan menaburkan obat di penampungan air).

“Untuk sementara ya metode itu dulu. Sebenarnya ini DBD tidak apa-apa. Kita sudah pengalamaan pada umumnya untuk penyelesaian,” ujar Legislator dari daerah pemilihan Minahasa-Tomohon ini.

Bila langkah fogging tidak menjawab persoalan DBD tambahnya, Dinkes harus punya solusi medik. Sebab, didaerah asalnya, yakni Tondano juga banyak terdapat penderita DBD. Hingga kini, upaya yang dilakukan pemerintah daerah setempat, yaitu fogging. (eka egeten)