Deprov Minta Dinas Perpustakaan Akomodir Penulis Sulut

132

Manado, MP
Upaya mengakomodir para penulis buku yang ada di Sulawesi Utara dan menciptakan iklim baca dalam masyarakat nyiur melambai didorong wakil rakyat Sulawesi Utara (Sulut). Dinas Perpustakaan Daerah diminta untuk mengakomodir para penulis buku dan bekerja sama dengan pihak terkait.

“Di Sulut ini banyak penulis buku potensial. Kami meminta dinas ini untuk mengakomodir para penulis dan sekaligus mendata buku-buku yang sudah ada,” ucap personil dewan provinsi (Deprov) Sulut, Yusra Alhabsyi dalam hearing Komisi IV dengan Dinas Perpustakaan Daerah, Jumat, (01/11) di ruang rapat komisi.

“Dinas Perpustakaan juga harus berani membuat terobosan dalam penganggaran di tahun 2020 supaya para penulis buku bisa diakomodir,” ujar politisi PKB ini.

Menurutnya, Dinas Perpustakaan Daerah Sulut harus juga berani berkolaborasi dengan dinas terkait lainnya. “Kami meminta supaya dinas ini bisa bekerja sama dengan Dinas Sosial supaya program untuk mengakomodir para penulis ini bisa berjalan,” jelasnya.

“Kan sayang banyak para penulis pontensial tidak diakomodir tulisan mereka dikarenakan tidak ada dana yang disiapkan. Untuk percetakan buku bisa menelan biaya sekitar 50 juta rupiah. Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah pasti mereka mencari bantuan ke anggota dewan. Para dewan pasti diuntungkan juga dengan pencitraan. Nah kalau sudah
ada nama anggota dewan pasti ditakutkan bukunya tidak akan laku terjual,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perpustakaan Daerah Sulawesi Utara mengaku akan mengakomodir penulis-penulis buku di Sulut. “Di dinas perpustakaan kan ada kearsipan, jadi kami akan berusaha mengakomodir para penulis-penulis buku ini,” ucap Kadis Perpustakaan Sulut, Jani Lukas.

“Yang jelas, para penulis yang ada di Sulawesi Utara sangat pontensial termasuk tulisan lokal yang menjadi data untuk pariwisata Sulawesi Utara. Jadi petunjuk tadi dari anggota dewan kami sudah catat dan akan dianggarkan pada tahun 2020,” tutup Lukas. (Eka Egeten)