Dewan Walian BMI Gunakan Hak Prerogatif

721
Dewan Walian BMI saat mengaktifkan kembali posisi Tonaas Umbanua, Sekjen, Bendahara dan Tonaas Minahasa yang diberhentikan Tonaas Wangko, Lendy Wangke, di moment HUT BMI ke-17.
Dewan Walian BMI saat mengaktifkan kembali posisi Tonaas Umbanua, Sekjen, Bendahara dan Tonaas Minahasa yang diberhentikan Tonaas Wangko, Lendy Wangke, di moment HUT BMI ke-17.

Posisi Tonaas Umbanua, Sekjen, Bendahara dan Tonaas Minahasa Dikembalikan

Manado, Mangunipost.com – Gejolak organisasi Brigade Manguni Indonesia (BMI) di tengah keputusan yang diambil Tonaas Wangko BMI, Lendy Wangke, akhirnya ikut membuat Dewan Walian BMI menggunakan hak prerogatifnya, Sabtu (09/03).

Dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) BMI yang ke-17 tahun di Terminal Malalayang, Kota Manado. Walian Wangko BMI, Pendeta Renata Ticonuwu menegaskan, hak prerogatif digunakan Dewan Walian BMI atas adanya keputusan Tonaas Wangko BMI memberhentikan Tonaas Harian Umbanua, Sekjen BMI, Bendaraha dan Tonaas Minahasa.

Dewan Walian BMI menilai keputusan tersebut sepihak dan tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD-RT) BMI.

“Kami Dewan Walian bersama DPT yang ada, bersama-sama dengan DPD Brigade Manguni Indonesia Kota Manado di bawah kepemimpinan Tonaas Rocky Ronoko. Dengan ini menyatakan, ingin mengembalikan kondisi Brigade Manguni Indonesia untuk aman, kondusif dan terkendali,” ungkap Renata.  

“Untuk itu, segala upaya yang dilakukan oleh Tonaas Wangko, Lendy Wangke yang telah memberhentikan kepada Tonaas Umbanua Ronny Eman dan Sekjen Novi Kolinug, serta bendahara Johan Rombot, juga Tonaas Minahasa, Jhony Sumantik, yang diberhentikan oleh Tonaas Wangko Brigade Manguni Indonesia, Lendy Wangke secara sepihak. Dengan ini, melalui anggaran dasar dan rumah tangga Bab II Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, bahwa Dewan Walian memiliki hak prerogatif untuk mengatur kembali tatanan organisasi Brigade Manguni Indonesia. Dengan ini, kami Dewan Walian, sebagai Walian Wangko dan seluruh jajaran yang ada, mengembalikan posisi Ronny Eman sebagai Tonaas Umbanua. Mengembalikan saudara Novi Kolinug sebagai Sekjen Brigade Manguni Indonesia. Mengembalikan Tonaas Minahasa, Jhoy Sumantik dalam posisi kembali kepada Tonaas Minahasa. Dan mengembalikan bendahara Brigade Manguni Indonesia, Johan Rombot kepada posisi bendahara Brigade Manguni Indonesia,” tegasnya.

Tak hanya itu, Walian Wangko juga telah menugaskan Eman dan Kolinug untuk menjalankan roda organisasi BMI ke depan, sesuai dengan Tupoksi yang tertuang dalam AD-RT.

“Dan atas Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, maka dengan ini kami Dewan Walian menyatakan dan menugaskan kepada Tonaas Umbanua Brigade Manguni Indonesia, Ronny Eman bersama dengan Sekjen Brigade Manguni Indonesia, Novi Kolinug, serta seluruh jajaran Brigade Manguni Indonesia se-Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri, untuk melaksanakan tugas dan fungsi dengan Tupoksi dalam anggaran dasar dan rumah tangga Brigade Manguni Indonesia,” putus Walian Wangko.

Selebihnya, Renata meminta segenap jajaran BMI untuk mendukung penuh tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan kepada Eman dan Kolinug. Dan dirinya siap bertanggungjawab atas hak prerogatif yang telah dikeluarkannya.

“Hal-hal yang nantinya akan menjadi permasalahan bagi kita, ditanggung oleh Dewan Walian Brigade Manguni Indonesia. Dewan Walian Brigade Manguni Indonesia organisasi tertinggi di dalam mengambil keputusan bagi Brigade Manguni Indonesia. Dan kepada seluruh jajaran Dewan Pimpinan Tonaas, Dewan Pimpinan Wilayah, Dewan Pimpinan Daerah, sampai ke seluruh Wanua dan Walak Brigade Manguni Indonesia untuk mendukung sepenuhnya pimpinan Tonaas Umbanua Ronny Eman dan Sekjen Novi Kolinug. Terima kasih, sambutlah salam perjuangan kita I Yayat U Santi,” tuntasnya. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur