Diduga Ingkar Perjanjian, Ketua Poktan Imanuel 04 Dipolisikan

306
Proyek jalan Totondokon, Desa Buyat Selatan yang dipersoalkan.

Tutuyan, MP

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Imanuel 04, KM alias Konst, telah dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Kotamobagu. Penyebabnya, KM disinyalir tidak memenuhi perjanjian dengan pihak ketiga pelaksana pekerjaan pembangununan jalan usaha tani yang berlokasi di perkebunan Totondokon, Desa Buyat Selatan.

Benny Budiman sebagai pihak ketiga mengaku terpaksa mengambil langkah hukum dengan mengajukan laporan polisi karena haknya sebagai pihak ketiga yang sudah disepakati, tidak diberikan. KM menurutnya, terkesan sering menghindar darinya.

“Kami ada surat perjanjian. Dalam isi perjanjian pekerjaan, terakhir ada yang harus dibayarkan ke saya sesuai dengan yang saya kerjakan. Karena dia (KM) tidak punya alat berat. Namun setelah akan mengurus pencairan, dia sudah menghindar dari saya. Jadi kalau mau lari dari perjanjian tidak apa. Tapi persoalan ini sudah saya laporkan ke Polres Kotamobagu,” ungkapnya.

“Masa dia enak saja tidak kerja apa-apa lalu terima uang. Saya sebagai pihak ketiga tidak dapat apa-apa padahal saya yang kerjakan semua. Dan hal ini tidak diketahui anggota kelompoknya,” sambung pria yang sering disapa Benga ini.

Menurutnya, dana yang seharusnya KM akan berikan masih puluhan juta rupiah tapi uang tersebut tidak lagi diterimanya.

“Uang yang akan dia (KM) berikan kepada saya masih 35 juta rupiah. Tapi uang tersebut sudah tidak lagi saya terima. Persoalan ini akan saya usut tuntas. Jika tidak tuntas di Polres Kotamobagu, saya akan limpahkan ke Polda Sulut,” tegasnya.

Terpisah, KM saat dikonfirmasi di kediamannya Minggu (13/1) mengatakan, dirinya tidak ada urusan dengan Benny Budiman alias Benga.

“Saya hanya berurusan dengan anggota kelompok saya, Bapak Yoti. Kalau dengan Benga tidak ada urusan, makanya saya kumpul kelompok saya karena dasar kami tidak ada pembicaraan dengan pihak ketiga,” ujar Konstan.

Dijelaskannya, persoalan tersebut sudah dibicarakan dengan aparat penegak hukum.

“Saya bilang tidak ada yang keluar dari mulut saya soal hubungan dengan pihak ketiga. Saya ini pelayan di gereja dan tidak mau berbohong,” terangnya.

“Setahu saya, pekerjaan jalan ini dikerjakan secara swakelola. Artinya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Kalau ada pihak ketiga itu saya tidak tahu menahu,” tutup KM membantah. (Chindi Limo)