Diduga Sebut Tradisi Masyarakat Adat ‘Setang-setang’, Kadis Pariwisata Bitung Dikecam

1077

Bitung, MP

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bitung, Pingkan Kapoh diduga telah melakukan pelecehan terhadap tradisi Minahasa. Hal itu mencuat dalam salah satu postingan yang diunggah akun Lengkong Andre di media sosial Facebook.

Dalam postingan itu, Lengkong menuliskan, “Pada tanggal 3 oktober 2019 malam, Ibu kadis Pariwisata Kota Bitung. Ini Tradisi Adat Minahasa bukang Tradisi SETANG-SETANG yg Ibu da sebilang pa torang. Bae ibu bilang pa Chris Jack Lengkong soal ini ja ator setang-setang. Kalau ta pas deng torang ibu, torang nda trima koman noh. Ibu so bahina Torang pe adat,” tulis Lengkong dalam akun Facebooknya, Kamis (03/10).

Lengkong sendiri saat diwawancarai, mengecam keras hal ini. Menurutnya, ungkapan itu sangat melukai perasaan tou (orang, red) Minahasa.

“Jika benar, ungkapan ini sangat melukai kami tou Minahasa. Oleh karena itu Kadis Pariwisata harus bertanggung jawab dan mengklarifikasi hal ini,” tegasnya.

Menurutnya, tradisi Minahasa menyimpan banyak pengetahuan, baik bagi tanah dan tou Minahasa.

“Semua yang kita nikmati, baik hasil alam, peradaban yang luar biasa, dan lain-lain saat ini, merupakan buah-buah dari tradisi yang dijalankan para leluhur di masa lampau. Jadi sangat keliru kalau dikatakan tradisi itu adalah ‘setang-setang,” ketus pegiat budaya Minahasa itu.

Kecaman keras juga datang dari pegiat di Komunitas Budaya Minahasa, Kumeted Tonsea.

“Kami mengecam keras ucapan Kadis Pariwisata itu. Sebaiknya cepat diklarifikasi agar tindak menimbulkan kegaduhan. Apalagi dia orang Minahasa. Sangat disayangkan tindakan pejabat seperti itu,” Charles Somba, penggerak Komunitas Kumeted Tonsea.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Bitung, Pingkan Kapoh saat dihubungi via WhatsApp, enggan berkomentar. “Nda dapa dengar ngana pe suara, chating jo,” kata Pingkan.

Saat dikirimi pertanyaan untuk mengkonfirmasi via WhatsApp, terlihat pesan telah dibaca namun tak kunjung direspon. (David Kurama)