Diinisiasi AMAN, Ormas di Minahasa Tegaskan Komitmen Perdamaian

241

Tondano, MP

Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Minahasa tegaskan sederet komitmen untuk negara, daerah dan tanah Minahasa. Sebuah deklarasi dinyatakan di ujung diskusi ‘Baku Dapa Ormas, Meminimalisir Konflik Sosial di Masyarakat’ yang digelar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) di Hotel Toudano Tondano, Rabu (26/6).

Sejumlah pimpinan ormas seperti, Manguni Indonesia, Makatana Minahasa, OKLBI, Layot, Manguni Muda Minaesa, LMI, Garda Manguni, BPAN Minahasa dan AMAN Sulut, menegaskan akan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, menjunjung tinggi dan menjaga NKRI.

“Kami ormas di Kabupaten Minahasa, berkomitmen untuk menjaga keragaman, kerukunan, persatuan dan kesatuan. Berkomitmen mewujudkan dan meciptakan Kabupaten Minahasa yang aman, kondusif dan mencegah dari berbagai bentuk konflik sosial,” kata Kelly Korengkeng, Ketua Panitia kegiatan tersebut, yang dipercayakan ormas-ormas yang hadir untuk membacakan hasil deklarasi.

Ormas-ormas tersebut juga berkomitmen menolak segala bentuk upaya memecah belah bangsa. Berkomitmen mendukung dan mengawal kebijakan serta program-program pemerintah. Siap menerima/melindungi investasi pembangunan di bidang ekonomi di Kabupaten Minahasa.

“Kami berkomitmen menjaga dan melestarikan nilai-nilai keminahasaan sebagai modal penting untuk mengantisipasi konflik sosial. Kami ormas di Kabupaten Minahasa, dengan segenap hati bertekad merawat, menjaga dan mendoakan perdamaian di Minahasa dan Sulawesi Utara,” ucap Korengkeng yang diakhiri dengan teriakan ‘I Yayat U Santi’ dan disambut teriakan ‘uhuy’, tanda setuju dari semua yang hadir.

Deklarasi ini dinyatakan usai para peserta melaksanakan diskusi. Hadir sebagai pemateri, Matulandi P. L. Supit, S.H, budayawan, praktisi hukum, pendiri dan penggerak sejumlah ormas di Sulut, Rikson Karundeng, M.Teol, akademisi, jurnalis, peniliti yang juga penggerak sejumlah ormas dan pihak Badan Kesbangpol Minahasa.

Turut hadir dalam diskusi dan memberikan dukungan, para jurnalis yang biasa melakukan kerja liputan di wilayah Kabupaten Minahasa. (Eka Egeten)