Direktur LBH K-SBSI Sulut Sebut Keluhan Pasien Harus Jadi Pembelajaran, Bukan Dalih Menyembunyikan Kekurangan

144

MANADO, ManguniPost.com – Satu per satu Advokat mulai angkat suara atas bentuk kritis pasien asal Bitung yang terisolasi di RSUP Kandou, melalui live streaming.

Menurut Direktur LBH K-SBSI Sulut, Frangky Mantiri, live streaming yang dilakukan pasien terhadap pelayanan kesehatan tidak pantas dijadikan alasan, untuk menyita handphone (hp) pasien.

“Gugus tugas seharusnya lebih memikirkan pencegahan virus Covid 19 dan keselamatan pasien, dari ODP, PDP dan yang so positif. Begitu juga dengan sarana dan prasarana di rumah sakit, baik ruangan isolasi dan alat-alat kesehatan (APD, masker, sarung tangan, dll), karena anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan Covid 19 sangatlah besar dianggarkan Negara,” komentar Mantiri, Sabtu (11/04).

“Adanya pengeluhan dari salah satu pasien yang diisolasi, karena tidak jelasnya koordinasi dan prosedur serta penanganan pasien yang diduga positif Covid-19. Harusnya ini menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan pencegahan,” sambungnya.

“Prosedurnya dan pelayanan, serta pengadaan sarana dan prasarana baik itu alat kesehatan bagi dokter dan perawat, serta keluarga pasien yang turut membantu merawat begitu juga dengan pelayanan dan tempat atau ruangan isolasi bagi pasien yang dirawat, bukan mo sita hp untuk menutupi kekurangan dan kelalaian yang dilakukan oleh gugus tugas itu sendiri,” kuncinya. (*)