Dirut PD Klabat Minut Dimejahijaukan

479

Manado, MP – Proses meja hijau di Pengadilan Negeri (PN) Manado, kini tengah ‘membelenggu’ Direktur Utama (Dirut) PD Klabat Minahasa Utara (Minut), EPT alias Estrella, Kamis (31/01).

Pasalnya, dalam persidangan perdata, DLCT alias Dorothee melalui Kuasa Hukumnya, Advokat Syntia SM Pangemanan bersama rekan telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Estrella selaku Tergugat I dan LT alias Lindawaty selaku Tergugat II.

Dalam gugatan tersebut, Pangemanan menuturkan bahwa Dorothee (Penggugat) adalah pemilik sah atas sebidang tanah di Kelurahan Paniki Dua Lingkungan V, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Dengan berpijak pada Sertifikat Hak Milik Nomor 384 tertanggal 7 September 1983.

Selanjutnya, dalam gugatan juga menerangkan adanya kesan Tergugat I yang hendak memonopoli tanah Penggugat, dengan dalih telah mengikat perjanjian sewa selama 20 tahun bersama Tergugat II, saat Tergugat II mendapat kuasa dari Penggugat untuk menjual tanah tersebut, 2014 lalu.

Sayangnya, selama Tergugat II mendapat kuasa, dirinya tak pernah melaporkan kepada Penggugat kalau Tergugat I telah menyewa tanah tersebut. Nanti seminggu berlalu dari pencabutan kuasa, barulah Penggugat mengetahui adanya proses perjanjian sewa terselubung antara Tergugat I dan Tergugat II.

Penggugat sendiri sempat melayangkan Somasi kepada Tergugat I sebanyak tiga kali, tapi sayangnya tidak ada titik temu. Malahan, Penggugat nyaris dibodohi.

Alhasil, Penggugat melalui Kuasa Hukumnya lantas memproses sikap Tergugat I yang tidak mau pindah dari lahan milik Penggugat melalui perkara nomor 27/Pdt.G/2019/PN Mnd.

Dan Majelis Hakim yang diketuai Imanuel Barru telah mendengarkan sidang pembacaan gugatan, yang meminta Majelis Hakim mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya, dengan sejumlah point.

Point-point tersebut, yakni Menyatakan menurut hukum tanah pekarangan yang berkedudukan di Kelurahan Paniki Dua (dahulunya Kelurahan Paniki Bawah) Lingkungan V (Lima) Kecamatan Mapanget Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara dengan luas tanah kurang lebih 1053 M2 adalah sah milik Penggugat. Menetapkan menurut hukum penguasaan Tergugat I atas objek sengketa adalah penguasaan yang tanpa hak atau perbuatan yang melanggar hukum. Menyatakan sewa-menyewa antara Tergugat I dan Tergugat II atas objek sengketa adalah perbuatan tidak sah dan batal demi hukum.

Selebihnya, dalam gugatan dinyatakan pula kalau Penggugat telah mengalami kerugian, baik secara materil maupun immaterial dengan total keseluruhan sebesar Rp1,5 miliar.

Usai mendengarkan pembacaan gugatan dari pihak Penggugat, Majelis Hakim kemudian mengagendakan proses mediasi, dan Hakim Djulita Masorra telah dipilih sebagai Hakim Mediator.

“Iya benar, sidang perdata nomor 27/Pdt.G/2019/PN Mnd telah digelar, dan Penggugat sudah membacakan gugatannya. Untuk tahap selanjutnya masuk proses mediasi, jika mediasi gagal baru masuk pada pemeriksaan pokok perkara,” tandas Juru Bicara Hakim PN Manado, Vincentius Banar. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur