DPRD Janji, Sengketa Tanah Pinasungkulan ke Meja Hearing

273
Warga Pinasungkulan bertemu Sekretaris Komisi V DPRD Sulut, Fanny Legoh. (ist)

Manado, MP
Menanggapi sengketa tanah yang dihadapi warga Desa Pinasungkulan, Legislator Sulawesi Utara (Sulut) angkat bicara. Nada prihatin dilafal Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Fanny Legoh, Rabu (9/1). Ia pun berjanji, problema tersebut akan difasilitasinya ke meja hearing.

“Masalah ini perlu dibawa ke hearing. Sebab, mereka (warga-red) sudah lapor ke pengadilan dan polisi,” cetus Legoh.

Setahu dia, luas tanah YT sekitar 2 Haktare. Akan tetapi, tanah yang ditinggali masyarakat pun mau dicaplok dengan alasan itu milik YT. Menurut Legoh, lulusan SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama) saja bisa melihat, kalau masalah ini tidak benar. Dijelaskannya, tanah ini hibah dari satu keluarga untuk rakyat. Kemudian dibuat program RTLH (rumah tinggal layak huni) untuk rakyat.

“Haknya dimana? Kan bisa dilihat pada struk pembayaran pajak. Mana saja yang dibayar YT. Warga itu kan orang miskin. Dia (YT-red) orang kaya, dimana hati nuraninya. Makanya rakyat Pinasungkulan datang bersama kepala Lingkungan dan Sekdes,” tandas Legoh. (eka egeten)