DPRD Sulut Tagih Janji Angkasa Pura Bangun Patung Sam Ratulangi

166

Manado, MP
Rencana pendirian patung Dr Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, di Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi Manado belum terwujud. Janji PT Angkasa Pura ini pun ditagih. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan akan menuntutnya dalam rapat dengar pendapat.

Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Fanny Legoh menyampaikan, sebelumnya Angkasa Pura sudah sempat berjanji akan ada pembangunan Patung Sam Ratulangi di Bandara. Maka dari itu dirinya berharap, instansi terkait ikut mengejar realisasinya supaya bisa diwujudkan.

“Karena kalau wisatawan atau pendatang ke Bandara mereka tidak tahu wajah Sam Ratulangi itu seperti apa. Kalau ada patungnya kan bisa digambarkan sosoknya seperti apa. Karena dia ini bukan hanya tokoh nasional tetapi internasional. Di Davao saja ada patungnya masa di tanahnya sendiri tidak ada. Jadi ini harus kita tuntut janji dari GM (General Manager) Angkasa Pura,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, Selasa (22/10), saat rapat dengar pendapat dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulut.

Nantinya menurut dia, ini akan dibicarakan juga terkait ornamen-ornamen khas Sulut yang perlu tergambar di Bandara. Supaya mereka yang datang ke Sulut ketika sampai benar-benar terasa nuansa daerah di sekitarnya.

“Sekaligus kita akan membicarakan soal membuat arsitektur menurut budaya Sulut. Seperti di Bali itu. Kita tidak ada khas ketika masuk dari Bandara,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Daniel Mewengkang menyampaikan, ini berkaitan dengan destinasi, sekaligus terkait kebudayaan. Pihaknya tetap mendukung usulan tersebut tapi tergantung dananya.

“Itu akan dikoordinasikan. Sama dengan mitra kita Komisi IV akan mengundang mereka (Angkasa Pura, red). Dan melihat ini yang Pak Fanny bilang. Mesjid saja yang di Bali itu ornamennya khas Bali, ini juga yang akan kita bikin. Di Minahasa, tetap tanah Minahasa-lah atau di luar konteksnya. Karena wisata ini melekat tiga yakni alam, buatan dan budaya,” tutupnya. (Eka Egeten)