Dua Atlit Kebanggaan Sulut Gugur Saat Harumkan Bangsa

340
Glen Mononutu dan Petra Mandagi (ist)

Manado, MP

Dua dari tiga atlit paralayang Sulawesi Glen Mononutu dan Petra Mandagi, yang dikabarkan sebelumnya hilang bersama  Frangky Kowaas dalam musibah gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah, sudah ditemukan.

Namun, dua sahabat atlit andalan Sulut itu, sayangnya saat ditemukan pada Senin (1/10) 2018, dalam reruntuhan Hotel Roa-Roa, telah tak bernyawa.

Seperti diberitakan oleh berbagai media sebelumnya, mereka menginap di Jalan Patimura, Kota Palu yang ambruk akibat diguncang gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (29/9) 2018.

Glenn Mononutu adalah anak lelaki Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (SDPRD) Sulut Bartolomeus Mononutu. Sedangkan Petra Mandagi adalah putra mendiang Theo Mandagi, yang juga atlit paralayang.

Meski sangat sukar, evakuasi dua korban yang tertimbun reruntuhan bangunan beton hotel di kawasan Maesa, Kelurahan Lolu Timur, Palu, Sulawesi Tengah, oleh tim Basarnas boleh berhasil. Keduanya ditemukan di atas tempat tidur di kamar  307.

“Korban yang baru-baru ditemukan adalah atlit paralayapa dard Sulut, ” beber Nofri,  salah satu anggota Basarnas.

Pihak  keluarga Glenn Mononutu, Jems Sela mengatakan bahwa mereka menerima kepastian tentang pemuda yang lahir pada tanggal 1 juni 1997 itu, pada pukul 6 sore. Terkonfirmasi bahwa jasad Glen dan Petra telah ditemukan.

“Torang dapa info jam 6 sore kalu tu jasad yang tim Basarnas dapa itu Glen Mononutu deng Petra Mandagi. Rencana, Glen mo disemayamkan di desa Leilem,” ujar James dengan wajah muram.

Dikabarkan pula jenasah atlet tim penerjun paralayang X-Country dari Sulut yang berpartisipasi dalam Pesona Palu, Lamoni, di Pantai Talise itu hendak dipulangkan malam ini lewat jalur darat. (Iswan Sual)