Dua Tahun Tunjangan Tak Dibayar, Guru Perbatasan Mengeluh

474

Manado, MP.
Sejumlah guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Marore Kabupaten Sangihe, mendatangi kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut). Keluh kesah para ‘Oemar Bakrie’ dari wilayah perbatasan Indonesia-Filipina ini diterima oleh Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat di ruang Komisi IV, Selasa (11/12).

Benyamin Sumolang, perwakilan para guru perbatasan mengatakan, sejak beralih dari Kabupaten ke Provinsi, yang pelaksanaanya dari tahun 2017, tunjangan guru daerah khusus belum terbayarkan.

“Dua tahun tunjangan tidak diterima. Upaya dari Disdikda (Dinas Pendidikan Daerah) Provinsi datang ke sekolah belum pernah ada. Yang sering terjadi sekolah mendatangi Disdikda untuk berupaya supaya hak kami terbayarkan,” ungkap Sumolang.

Menyikapi persoalan ini, Meiva Salindeho-Lintang menegaskan jika Diadikda Sulut memang lambat mengurus guru kepulauan.

“Komisi IV berupaya, awal tahun 2019 menjadi agenda pertama bersama dengan Disdikda memperjuangkan tunjangan guru kepulauan,” tandas Meiva yang juga dikenal sebagai wakil rakyat dari Nusa Utara. (eka egeten)