Dugaan Penipuan GKIC Manado Tembus Polda Sulut

290

Manado, Mangunipost.com – Aksi penipuan dan penggelapan yang diduga telah dilakukan PT Wenang Permai Sentosa terhadap korban Agustince Puasa, akhirnya berproses ke ranah hukum.

Menurut informasi, developer pengelola Grand Kawanua Internasional City (GKIC) Manado itu dilaporkan ke Polda Sulut, terkait proses pembelian sebidang bangunan di kawasan GKIC.

Dimana, korban Agustince telah mengeluarkan uang miliaran, namun bangunan yang dibelinya justru tidak dituntaskan pihak GKIC. Padahal, batas waktu perjanjian pembangunan sudah lewat tempo.

Atas hal tersebut, pelapor Agustince melalui Kuasa Hukumnya, Advokat Suprianto Tahumang pun sempat melayangkan somasi dua kali ke pihak GKIC. Namun sayangnya, tidak digubris. Merasa ada unsur penipuan, persoalan ini lantas dilaporkan ke Polda Sulut.

Terkait pelaporan tersebut, Tahumang saat dikonfirmasi awak media, Kamis (21/03), tak menepisnya. “Diduga ada tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT Wenang Permai Sentosa sebagai developer pengembang Grand Kawanua City terhadap klien kami bernama bernama Agustince Puasa, dengan tindak pidana penipuan mencapai Rp2 miliar lebih,” tuturnya.

Selebihnya, Tahumang menjelaskan unsur penipuan lainnya, yakni lahan yang menjadi proyek GKIC yang dijual ke kliennya, diduga masih dalam proses sengketa atau lahan ilegal yang tidak memiliki izin membangun.

“Awalnya mereka mengatakan tanah ini tidak bermasalah. Klien kami merasa sangat dirugikan karena sampai dengan saat ini sudah dua tahun lebih, setelah pelunasan tidak terjadi serah terima atau bangunannya tidak selesai ditambah lagi tanah itu masih ilegal, dibangun di atas tanah pertanian yang tidak jelas. Maka kami selaku kuasa hukum menilai ini adalah dugaan penipuan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Tahumang juga mengungkapkan kalau sebelum membawa persoalan ini ke ranah hukum, pihak sempat menempuh jalur mediasi. “Kami sudah memberikan dua kali somasi termasuk pada hari ini somasi kedua. Tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan dari pihak Grand Kawanua. Dari bapak Untung selaku GMnya dan juga bapak Ara selaku legal konsultan. Kami akan serahkan semuanya kepada pihak kepolisian dalam proses lidik dan sidiknya seperti apa. Kami percayakan semuanya kepada pihak kepolisian yaitu Polda Sulut,” pungkasnya.

Sementara itu, Agustince saat dihubungi awak media, langsung mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap pihak GKIC. Dirinya menilai, apa yang diperbuat pihak GKIC telah mencoreng proses investasi di Kota Manado ke depan.

“Makanya kami langsung melapor ke Polda Sulut karena kerugian ini besar, ini juga bisa merugikan investasi kota Manado. Untuk itu saya melapor ke Polda Sulut,” ungkap pelapor.

Terpisah, Kapolda Sulut melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat dikonfirmasi turut membenarkan adanya laporan ini. “Laporan sudah masuk. Dan akan segera kami proses,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur