Eks Kapolsek Kena ‘Semprot’ Majelis Hakim

291

Manado, Mangunipost – Fenomena persidangan perkara dugaan pencurian yang menjerat lelaki AMA aluas Andes sebagai terdakwa,  kembali digelar Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Manado, Senin (25/02).

Menarik, proses sidang langsung menjadi perhatian awak media. Begitu eks Kapolsek Wanea, JK alias Kolondam dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noval Thaher sebagai saksi.

Pasalnya, saksi sempat kena tegur Majelis Hakim, karena tidak melaksanakan perannya dengan baik saat proses mediasi digelar.

Dalam persidangan, saksi menuturkan, laporan atas terdakwa Andes ada dua yang masuk, dan dirinya sempat mediasi untuk laporan perzinahan saja. “Laporan masuk bulan Februari 2018 di SPKT Polsek Wanea, Perzinahan dan Pencurian. Dan saat itu saya selaku Kapolsek pernah melakukan upaya mediasi antara pelapor (Felix Ratulangi) dan istri pelapor, namun mediasi tersebut tidak menemukan kesepakatan,” terang saksi.

Penjelasan saksi langsung ‘dikejar’ Ketua Majelis Hakim, Imanuel Barru, dengan melontarkan pertanyaan mengenai lokasi dan posisi saksi saat mediasi berlangsung.

Dan saksi menjawab, saat itu lokasi mediasi digelar di Rumah Makan Mawar Sharon. Namun, saksi mengaku tidak mendengarkan secara jelas isi percakapan antara Felix dan isterinya.

“Saya waktu itu tidak mendengar pembicaraan mereka karena pelan sekali. Posisi saya juga saat itu tidak di tengah, saya di samping pak Felix soalnya. Dan saat itu juga saya sibuk menunggu makanan yang dipesan,” terang saksi.

Mendengar jawaban saksi, Majelis Hakim lantas ikut mempertanyakan fungsi saksi sebagai mediator saat itu. “Lalu sebagai mediator apa yang anda lakukan. Bapak ini penengah tapi tidak tahu di tengah mana. Fungsi anda sebagai mediator apa. Lalu sebagai penengah apa yang anda dengar dari pembicaraan mereka,” tanggap Majelis Hakim, dengan nada kesal.

Sementara itu, untuk perkara dugaan pencurian cincin bermata batu zamrud hijau atau Natural Cabochon Emeral milik korban Felix, saksi menerangkan kalau tidak ada proses mediasi.

Dan, ketika Majelis Hakim berusaha mendalami perkara dugaan pencurian cincin ini melalui keterangan saksi, tak ditemukan banyak keterangan berarti dari saksi.

Adapun dalam perkara ini, terdakwa Andes telah dijerat pidana JPU dengan menggunakan Pasal 362, 372 dan 480 KUHPidana. (*)

Penulis : Rizali Posumah

Editor : Jack Wullur