Eman: Peran Publik Penting Bagi Tata Ruang Pengembangan Kota

222
Walikota Jimmy Eman saat membawakan sambutan pada sosialisasi. (ist)

Tomohon, MP
Menjawab tantangan pengembangan Kota Tomohon dari aspek lahan, pemerintah butuh perencanaan, pemanfaatan, pengendalian dan perijinan. Utamanya peningkatan peran masyarakat dalam pengendalian penataan ruang. Hal ini dikatakan Walikota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak saat menghadiri Sosialisasi Mekanisme Pengawasan, Pengendalian, Perizinan dan Penegakan Aturan Tata Ruang di Aula Naga Mas Kamasi, Selasa (9/10)

Katanya, pengembangan investasi pembangunan kota sering bertentangan dengan penataan ruang. Bagi dia, itu sebuah tantangan. Untuk itu, dirinya telah mengkaji bahwa permasalahan ada pada sejumlah faktor. Antara lain, kurangnya pengetahuan masyarakat atau investor soal peruntukan lahan. Minimnya sosialisasi instansi teknis terkait dan kurangnya pengendalian aparat.

Menurut Eman, jika kebijakan, sosialisasi dan pengendalian hanya dilakukan aparat teknis, dampaknya kurang baik untuk penataan ruang. Secara tidak langsung, itu tak bermanfaat bagi masyarakat. Keterbatasan jangkauan pelayanan aparatur teknis menjadi alasan informasi sering terlambat. Akhirnya, pembangunan lahan berjalan tidak sesuai dengan peruntukan.

“Untuk itu, dibutuhkan peran masyarakat dan pemerintah kelurahan dalam pengendalian penataan ruang. Ini merupakan hal pokok yang akan sangat menentukan perkembangan Kota Tomohon,” ungkap Eman.

Dibeberkannya, dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Tomohon akan mengeluarkan program yang terintegritas. Adalah sistem informasi tata ruang Kota Tomohon. Masyarakat dapat melihat langsung data pemetaan lahan sesuai peruntukannya. Ia berharap, kegiatan sosialisasi tersebut bisa memberikan masukan bagi peserta. Sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam menunjang kebijakan pemerintah. (timmp/01)