Empat Wilayah Minahasa Diamuk Api, Pemerintah Warning Masyarakat

157

Tondano, MP

Pemerintah Kabupaten Minahasa, Bupati Ir. Royke Octavian Roring, MSi, Wakil Bupati Robby Dondokambey, SSi, MM, dan Pj. Sekretaris Daerah Frits Muntu, S.Sos, melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Maya Marina Kainde, SH, MAP menyampaikan, Kamis (12/9) kembali terjadi kebakaran di empat titik. Di antaranya Perbatasan Manado-Sawangan (ringroad), Kelurahan Tolour Kecamatan Tondano Timur, Puncak Gunung Batu Desa Sean dan Perkebunan Patar Wilayah Warembungan (di bawah bukit Makatete sebelah barat).

Merespon bencana ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama Dandim 1309, Perwakilan Dandim 1302, Perwakilan Polri, Kasat Pol-PP dan anggota, Kadis Damkar dan anggota, BPBD, Camat dan jajaran setempat, Kapolsek dan Danramil setempat, memantau langsung dan menangani kebakaran-kebakaran yang terjadi.

“Kebakaran di Perkebunan Patar Wilayah Warembungan, Kecamatan Pineleng tepatnya di lahan perkebunan kelapa. Jarak titik api ke perumahan terdekat kurang lebih 200 M. Kebakaran di Puncak Gunung Batu Desa Sea, api berjarak kurang lebih 2 KM dari permukiman Desa Sea. Api cepat berpindah-pindah mengelilingi bukit karena angin yang begitu kencang,” ungkap Kainde.

Berbagai upaya dilakukan agar api tidak melebar dan mendekati permukiman serta perkebunan warga. Damkar Minahasa terus berupaya memadamkan api.

“Camat Pineleng juga menugaskan perangkat Desa Warembungan dan beberapa masyarakat untuk turut mencegah meluasnya api,” jelasnya.

“Pemerintah setempat juga akan membuat posko pengendalian di Desa Warembungan dan Desa Sea. BPBD akan terus memantau lokasi rawan kebakaran. Serta diharapkan koordinasi antara Damkar Minahasa dengan Damkar Kota Manado untuk siaga unit mobil apabila kembali terjadi kebakaran,” sambung Kainde.

Banyaknya kasus kebakaran yang terjadi di sekitar wilayah Kabupaten Minahasa, pemerintah terus memberitahukan dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok yang masih menyala.

“Jangan membakar ranting dan sampah lalu dibiarkan, mengontrol pemakaian alat elektronik yang dapat memicu terjadinya tegangan tinggi (korsleting), memperhatikan pemakaian kompor gas, serta tetap waspada di musim kemarau yang berkepanjangan ini,” pinta Kainde. (Kelly Korengkeng)