Fase Media-Inovasi Unsrat-Bakumpul Bauni Gelar Nobar dan Diskusi ‘Pelecehan Perempuan’

287

Manado, MP
Nonton bareng (nobar) dan diskusi bertemakan tentang perempuan, dikemas Fase Media-Inovasi Unsrat-Bakumpul Bauni, dalam acara bertajuk ‘Brat Sabla’. Kegiatan ini digelar di Remah Kopi, Manado, Selasa (8/10).

Jessica Bolung, penggerak Fase Media mengatakan, tujuan acara ini untuk membahas permasalahan perempuan.

“Torang lia permasalahan perempuan sendiri kurang diangkat di Manado. Memang ada banyak advokasi-advokasi, contohnya yayasan-yayasan perempuan yang memang bekerja di bidang itu dan membantu. Tapi di kalangan masyarakat awam sendiri memang kurang, khususnya anak-anak mahasiswa yang bakumpul-bakumpul ini,” kata Bolung.

Dengan melihat kejadian-kejadian terakhir terkait RUU PKS (Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual), penyelenggara kegiatan, Fase Media-Inovasi Unsrat-Bakumpul Bauni, memikirkan untuk mendorong masalah ini. Karena dilihat RUU PKS sangat urgent.

“Tapi mungkin di kalangan-kalangan lain dorang pe prioritas beda, dorang tidak menganggap RUU ini sebagai masalah yang urgent. Bisa dilihat dari respon masyarakat pada umumnya yang tidak terlalu dan memang rata-rata sih tidak tau dengan masalah isu RUU ini,” ujarnya.

Dijelaskan Bolung, Fase Media-Inovasi Unsrat-Bakumpul Bauni hadir untuk mengajak anak-anak muda, termasuk mahasiswa yang mengerti tentang hukum, dan teori-teori untuk lebih fokus dalam masalah ini.

“Bagaimana caranya dorang tertarik dengan pemutaran film? Jadi torang berusaha membaur dengan keinginan pasar skarang yang ingin gaul, ingin modern. Jadi, torang adakan dengan pemutaran film, tapi juga ada diskusinya,” jelas Bolung.

Menurutnya, manfaat kegiatan ini, banyak orang yang terhubung untuk mendiskusikan polemik ini.
“Ternyata ada yayasan-yayasan yang mendukung perempuan, ada ternyata yang mengadvokasi. Jadi manfaat acara ini yaitu jalur-jalur pertolongan itu terbuka semua. Jadi semua orang mengerti ternyata orang di Manado, ada loh yang bisa membantu,” tambah Bolung.

Ia juga menjelaskan, Fase Media bukan komunitas atau organisasi, tapi hanya sekedar kolektif.

“Jadi, Fase Media hanya sekedar kolektif yang dimana ada anak-anak muda yang punya tujuan yang sama. Dan untuk tujuan yang sama itu maksudnya ingin berbagi pengetahuan entah itu fotografi, perfileman, jurnalistik, dan sebagainya,” kuncinya. (Anugrah Pandey)