Gagal Selundupkan Sabu, Eks Napi Divonis 7 Tahun

257

Manado, MP – Terdakwa RR alias Resa, eks Narapidana kasus 338, kini harus kembali menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Karena, telah divonis bersalah Majelis Hakim yang diketuai Vincentius Banar, dalam perkara Narkotika.

“Resa sudah putus kemarin (Selasa-red), vonis 7 tahun dengan denda Rp50 juta, subsidair 3 bulan penjara,” terang Banar, ketika dikonfirmasi awak media, Rabu (30/1).

Sebelumnya, terdakwa Resa sempat dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noval Thaher dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

Sebagaimana terungkap dalam dakwaan JPU, terdakwa Resa telah tertangkap tim Resnarkoba Polresta Manado, Kamis (30/08/2018) lalu, saat hendak menyelundupkan satu paket Sabu ke dalam Lapas Tuminting.

Namun sayangnya, usaha penyelundupan gagal karena gerak-gerik terdakwa Resa telah diketahui petugas. Alhasil, saat terdakwa berada di rumah makan sekitar wilayah Lapas Tuminting. Petugas ikut menghampirinya.

Saat melihat petugas datang, terdakwa sempat menjatuhkan satu paket Sabu ke lantai, lalu menginjaknya dengan kaki kiri. Tapi, mata petugas lebih tajam, sehingga barang yang dijatuhkan terdakwa tak luput dari perhatian.

Dari rumah makan, terdakwa Resa kemudian dibawa ke Polresta Manado guna menjalani pemeriksaan. Dan akhirnya, terdakwa Resa mengaku kalau satu paket Sabu dengan berat bersih 0,78 gram itu adalah milik lelaki RH, warga binaan Lapas Tuminting.

Dan terdakwa menerangkan kepada petugas kalau dirinnya hanya disuruh mengambil dan memasukan satu paket Sabu ke dalam Lapas Tuminting, dengan iming-iming mendapat imbalan sebesar Rp300 ribu.

Akibat tergiur uang ratusan ribu itu, terdakwa Resa kini harus menjalani kehidupan di dalam Lapas, pasca Majelis Hakim memutus bersalah perbuatannya dengan mengacu pada Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur