Gubernur Janji Segel Lahan Sawit di Bolmong

215

Manado, MP

Keberadaan sawit di Sulawesi Utara (Sulut) meresahkan warga. Asa ditaruh di pundak pemerintah provinsi. Janji manis dipetik. Bulan ini Gubernur ambil tindakan tegas.

Diketahui, dalam aksi damai Rabu (14/08) siang, massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Tolak Sawit menyerukan aspirasinya kepada Gubernur di kantor Gubernur.

Dalam tuntutannya massa menyerukan untuk meminta komitmen Gubernur Sulut melakukan evaluasi terhadap seluruh izin Hak Guna Usaha (HGU) yang dikeluarkan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) tahun 2015 silam.

Sukardi Lumalente, bagian dari massa aksi menuturkan, izin harus dicabut agar masyarakat Lolak tetap memiliki kepastian kesejahteraan di masa depan. 

“Kami datang ke sini guna meminta Gubernur Sulawesi Utara untuk mendesak dan memastikan Bupati Bolmong mencabut izin lokasi dan izin usaha perkebunan sawit. Karena telah membuat mayoritas warga Lolak yang petani menderita karena kehilangan lahan garapannya,” ketus Lumalente.

Massa Tolak Sawit sejatinya ke kantor gubernur guna menemui Gubernur Olly Dondokambey, tapi gubernur tidak berada di tempat. Ia diwakili oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpolpp) Sulut, Steven Liow. Liow mengatakan, gubernur berada dengan rakyat Lolak dan secepatnya akan turun ke Lolak untuk menyegel perusahaan sawit beroperasi.

“Saya dan Pak Gubernur konsisten menolak sawit, dan saya pastikan tanggal 22 Agustus ini kita akan berangkat ke Lolak mengawal langsung untuk disegel sementara sembari kita selesaikan dengan aturan yang berlaku,” tukas Liow.

Namun, massa yang berada di lokasi mendesak keseriusan dari Gubernur Sulut untuk menuntaskan permasalahan ini. Menurut Liow, Gubernur sibuk karena sudah dalam tahap menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

“Pak Gubernur, tidak bisa datang menemui bapak-ibu sekalian, makanya saya yang wakili. Untuk waktu ini Pak Gubernur sudah konsern dalam kegiatan menyambut hari kemerdekaan Indonesia,” ujarnya. (Roki Taliawo)