Gubernur Olly Ajak Bupati/Walikota Se-Sulut Bersama Cegah dan Kendalikan DBD

218
Olly Dondokambey

Manado MP – Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang mengancam provinsi Sulawesi Utara. Merespon itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mengajak para Bupati dan Walikota se-Sulut untuk memberi perhatian khusus di daerah masing-masing. Aksi tersebut bertujuan untuk melakukan pencegahan dan pengendalian wabah penyakit DBD.

Seruan itu tersirat dalam surat edaran tentang gerakan serentak penanggulangan DBD di Sulut. Adapun hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan surat edaran tersebut adalah peningkatan kasus DBD di tahun 2018 secara umum di Sulut, masih terus menunjukkan tren keberlanjutan hingga di awal tahun 2019.

Terkait juga dengan kekhawatiran penggunaan insektisida dalam volume yang besar dapat membahayakan kondisi kesehatan warga. Apalagi insektisida terbukti tidak efektif karena hanya dapat membunuh nyamuk dewasa dan menyisakan jentik-jentik nyamuk.

Metode pengasapan (fogging) sendiri bukan cara yang tepat untuk pencegahan DBD. Jeni penyakit seperti ini sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari dalam rumah hingga sekitar. Rutin membersihkan lingkungan terbukti lebih efektif untuk mencegah tumbuh-kembang jentik-jentik nyamuk.

Namun karena kesadaran masyarakat yang masih rendah, Gubernur Dondokambey merasa perlu ada sosialisasi secara massal dan berkelanjutan sebagai bentuk antisipasi. Langkah-langkah yang mesti dikampanyekan misalnya adalah kesadaran untuk rutin membersihkan tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, lemari es, dan benda-benda lain yang menampung air. Selain itu, tempat-tempat penampungan tersebut dianjurkan untuk ditutup rapat.

Gerakan serentak pencegahan dan pengendalian ini juga mencakup pelibatan setiap kepala keluarga/rumah dalam pemeriksaan, pemantauan, dan pemberantasan jentik nyamuk melalui PSN 3M Plus tersebut.

Gubernur Dondokambey juga menginstruksikan agar setiap Bupati/Walikota di Sulut untuk memantau peningkatan kasus DBD di wilayahnya dan segera melakukan intervensi langsung. Setiap hasil pemantauan tersebut harus dilaporkan langsung ke tingkat provinsi melalui Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.