Hak Pilih Masyarakat Adat Dipetakan

346

KPU Sulut Gandeng AMAN Sulut di Kegiatan Sosialisasi 

Manado, Mangunipost.com – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) masih tetap gencar menggelar kegiatan sosialisasi.

Dan dalam kegiatan sosialisasi, Minggu (24/02), di Cafe Mug and Jar Manado. KPU Sulut telah menggandeng Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) Sulut, guna membahas teknis pemilihan dan beberapa point terkait hak pilih masyarakat adat di Sulut.

Dimana, rangkaian kegiatan sosialisasi yang dikemas dengan topik “Kesiapan KPU Menghadapi Pemilu Serentak 2019” itu, telah dihadiri dua Komisioner KPU Sulut yakni, Salman Saelangi dan Meidy Yafeth Tinangon.

Menurut penjelasan Saelangi, proses sosialisasi hingga kini sengaja terus digelar KPU Sulut, guna mencapai target pemilih 77,5 persen. “Kita akan mengcover semaksimal mungkin melalui waktu yang tersisa,” ungkap Saelangi.

Sementara itu, Tinangon menambahkan, sosialisasi kali ini menggandeng AMAN Sulut, karena AMAN Sulut merupakan salah satu mitra KPU. “AMAN Mitra KPU bukan hanya di Sulut, tetapi di tingkat nasional juga,” terangnya.

Selanjutnya, dijelaskan bahwa sosialisasi bersama masyarakat adat sangat penting, guna tercapainya keadilan Pemilu.

“Supaya ketika ada masyarakat adat yang belum tersentuh sosialisasi, kita boleh sikapi. Sehingga keadilan Pemilu tidak hanya tersentuh di daerah tertentu. Karena seluruh warga negara Indonesia punya hak mendapat akses informasi terkait Pemilu,” jelas Tinangon.

Adapun, di moment sosialisasi tersebut, Ketua AMAN Sulut, Lefrando Andre Gosal atau akrab disapa Rivo, telah memberikan gambaran umum mengenai visi dan misi AMAN, sekaligus menerangkan segmen masyarakat adat dalam Pemilu.

Diungkap Rivo, yang dimaksud dengan masyarakat adat menurut rumusan deklarasi PBB, bukan hanya berpijak pada penggunaan kata ‘adat’ belaka. Namun, harus ada nilai historinya, tatanan peradaban sosialnya, serta memiliki wilayah adat.

Selain itu, Rivo mengemukakan segmen masyarakat adat ini penting untuk diketahui, agar sosialisasi KPU Sulut di lingkup masyarakat adat bisa tepat sasaran.

Di sisi lain, salah satu pengurus AMAN Sulut, Rikson Karundeng, dalam sesi tanya jawab sempat melontarkan pertanyaan terkait kesiapan KPU Sulut dalam menghadapi pemilih yang buta huruf (tuna aksara). “Hingga saat ini masih ada yang belum mengetahui bagaimana cara mencoblos. Hal-hal apa yang akan dilakukan ketika masuk ke bilik suara,” tanya Karundeng.

Merespon pertanyaan itu, Saelangi dan Tinangon menuturkan bahwa di wilayah TPS nanti, KPU Sulut akan menyiapkan pendamping, yang bertugas untuk membantu pemilih tuna aksara dalam menyalurkan hak suaranya.

Sekedar diketahui, dalam kegiatan sosialisasi ini, AMAN Sulut telah mengutus kurang lebih 30 personilnya. (*)

Penulis : Eka Egeten

Editor : Jack Wullur