Hamenda Kritisi Peran Mafia Tanah Dibalik Pembangunan Sulut

191

MANADO, ManguniPost.com – Dugaan adanya keterlibatan mafia tanah dibalik proses pembangunan di Nyiur Melambai, dengan lantang ikut dikritisi Jhon Hamenda, Rabu (11/03).

Saat berkomunikasi dengan awak media, Hamenda telah memaparkan kalau peran mafia tanah di Sulut sudah sangat memprihatinkan dan merugikan warga.

“Kasus mafia tanah di Manado sudah sangat meresahkan masyarakat, kalau sudah seperti ini kabut mendung di atas langit Manado. Tinggal air mata yang tersisa bagi orang miskin yang tidak punya biaya untuk melapor,” tuturnya.

Selebihnya, Hamenda ikut menyoroti kenakalan oknum-oknum di lembaga terkait yang ambil peran dalam memuluskan pergerakan para mafia tanah.

“Pergerakan mafia tanah ini menjadi tambah leluasa karena dibantu oleh oknum di institusi BPN, oknum di tingkat Polisi, onum di tingkat Kejaksaan bahkan sampai oknum di tingkat pengadilan,” beber Hamenda.

Menariknya lagi, Hamenda juga menyentil soal peran mafia tanah dibalik pembangunan jalan tol di Sulut.

“Akibat dari mafia tanah yang ikut bermain dengan oknum-oknum pejabat pemegang kekuasaan, rusak sudah pembangunan di Sulut. Contoh pembangunan jalan tol Manado-Bitung sampe sekarang belum tuntas,” paparnya.

Selebihnya, Hamenda mengapresiasi sikap tegas Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Lumowa untuk tidak berkompromi dengan para mafia tanah dan antek-anteknya.

Bahkan, pengusaha yang cukup terkenal di tingkat nasional ini telah memiliki ide untuk mendirikan suatu wadah, untuk berperang melawan para mafia tanah.

“Kalau sudah ada dana, kita akan mendirikan lembaga untuk menampung para korban mafia tanah, agar ada benteng untuk melindungi para korban mafia tanah, karena kita salah satu korbannya,” tandasnya. (*) Penulis/Editor : Jack Wullur