Harga BBM di Sitaro Melonjak, Legislator Desak Perhatian Pemprov

242
Meiva Lintang. (ist)

Manado, MP
Harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan Sulawesi Utara (Sulut) menjulang. Disinyalir, tarif BBM di Sitaro (Siaw Tagulandang Biaro) mengalami kenaikan signifikan.

Hal ini diungkap anggota legislatif Nyiur Melambai dari daerah pemilihan Nusa Utara, Meiva Lintang dalam rapat paripurna penyampaian hasil reses III DPRD (Dewan Perwakilan Rayat Daerah) Sulut Tahun 2018, Rabu (16/1).

“Minyak di Sitaro sampai Rp 30 Ribu per Liter. Ini bukan main-main, tapi benar terjadi. Persoalan ini butuh perhatian serius dari pemerintah. Utamanya mencarikan solusi untuk mengatasi hal ini,” ujar Lintang.

Menurut dia, solusi dari masalah tersebut adalah membangun fasilitas di daerah kepulauan. Tentu demi mempermudah masuknya minyak dan gas elpiji. Ditekankannya, kondisi laut dan cuaca di wilayah kepulauan, bukan alasan harga BBM dan gas melonjak.

“Kita tahu, gelombang laut sekarang ini memang sangat tinggi. Tetapi, hal ini jangan dijadikan alasan,” ketusnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw bertutur, pemerintah provinsi (Pemprov) akan berusaha menyesaikan permasalahan ini. Dirinya mengakui, mahalnya BBM disebabkan faktor cuaca.

“Memang benar, saat ini ombak besar. Kapal pengangkut BBM tidak bisa merapat. Kiranya, di hari-hari ke depan, kapal BBM sudah bisa merapat. Sehingga harga akan stabil kembali,” tutup Kandouw. (eka egeten)