Harga Cabe di Boltim Naik

137

Tutuyan, MP

Harga cabe di pasar Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mulai merangkak naik, Rabu (31/7).

Hal itu diungkapkan Indris Lahati (63), pedagang cabe di Pasar Tutuyan. Menurutnya, pekan lalu harga berada di Rp28 ribu per kilogram, sekarang menyentuh Rp55 ribu.

Harga ini dipastikan terus merangkak naik, karena kurangnya stok dari petani. Apalagi banyak petani kini lebih memilih menjadi buruh cengkeh.

“Sebenarnya cabe di sini banyak, namun petani lebih memilih memetik cengkeh dari pada cabe,” ujar Idris.

Menurutnya, beberapa waktu lalu cabe dari luar daerah cukup banyak masuk ke Boltim. Namun sekarang sudah berkurang.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Disperindagkop dan UKM Boltim, Arhans Daud mengatakan, harga barito (bawang, rica, tomat) memang naik turun, karena tergantung stok dari petani.

“Untuk Boltim, produksi cabe cukup baik. Karena masih banyak petani yang tanam cabe,” ujar Arhans Daud.

Diakui, rata-rata hampir seluruh pasar di Boltim, harga cabe mulai naik.

Kepala Seksi Hortikultura, Dinas Pertanian Boltim, Agustina Apena mengatakan, produksi cabe rawit di Kabupaten Boltim tahun ini bakal meningkat dibandingkan tahun lalu.

Data tercatat di Dinas Pertanian, produksi cabe rawit Januari sampai Mei 2019 berjumlah 550 ton, sedangkan 2018 dari Januari sampai Desember, 818 ton.

“Produksi ini bisa meningkat, karena adanya bantuan pemerintah baik melalui anggaran APBD dan APBN,” ujar Agustina.

Kata dia, bantuan pemerintah tahun lalu, anggaran APBN untuk cabe rawit seluas 50 hektar. Selain cabe rawit, ada juga cabe besar.

Produksi cabe besar di Boltim, dari Januari sampai Mei 2019 berjumlah 431 ton, sedangkan 2018 mencapai 2022 ton. Kemungkinan besar tahun ini cabe besar bakal mengalami penurunan, karena tidak adanya bantuan baik APBN maupun APBD. (Jerry Isini)