Harlah ke-14, FKMTK Siap Gelar Dialog Kepemudaan dan Pentas Seni

403

Tondano, MP
24 Oktober 2019 nanti, Forum Komunikasi Komunikasi Mahasiswa Tidore Kepulauan (FKMTK) Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) akan menginjak usia 14 tahun. Organisasi yang berdiri sejak 24 Oktober 2005 ini akan menggelar perayaan hari lahir (Harlah) dan akan dirangkaikan dengan peringatan hari sumpah pemuda.

Di momen spesial ini, akan dilaksanakan dialog kepemudaan. Hal ini dijelaskan Ketua Umum FKMTK Minahasa Sulut, Ridwan Umar, saat dijumpai media ini di base camp Tiwange, Kelurahan Tataaran Patar, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Kamis (10/10).

“Kegiatan ini merupakan perayaan hari lahir FKMTK sekaligus peringatan sumpah pemuda di tanggal 28 Oktober nanti. Tema dialog yang kami angkat yaitu ‘Sumpah Pemuda: Sejarah dan Eksistensi Dalam Arus Globalisasi,'” jelasnya.

“Para pemantik yang akan kami undang yaitu, salah satu akademisi UKIT sekaligus pemerhati budaya Minahasa, Rikson Karundeng, tokoh Nahdatul Ulama, Taufik Bilfaqih, akademisi UNIMA, Muhammad Isa Ramdhan, dan juga mantan aktivis perempuan PMII yaitu Ka’ Rahmi dan Larmila Koli,” terang Ridwan.

Selain dialog kepemudaan, FKMTK juga menyelenggarakan pentas seni. “Setelah dialog, kami juga sebagai pemuda yang peduli akan budaya, juga menyelenggarakan pentas seni. Dimana kita ketahui bersama bahwa di era globalisasi ini identitas bangsa kita dalam hal ini kebudayaan, sudah mulai hilang. Dan kami sadar betul akan hal itu,” tandasnya.

“Maka dari itu kami FKMTK Minahasa Sulut, mengundang seluruh paguyuban dan UKM yang terkait dengan seni budaya agar bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tutup Ridwan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2019 ini, direncanakan akan digelar di Gedung Kuliah Bersama UNIMA. (Suryadi Maradjabesy)