Hasil Uji Sampel Makanan di Langowan Segera Diserahkan ke Dinkes

384
Maria Patabang. (foto: eka egeten)

Manado : MP
Hasil pemeriksaan sampel makanan yang diduga penyebab keracunan di Langowan akan diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Utara (Sulut), Senin 14 Januari 2019. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manado, Dra Rustyawati Apt MKes Epid melalui Kepala Bidang Sertifikasi LIK, Dra Maria Sarlota Patabang Apt, Jumat (11/1).

“Kita (BPOM-red) sudah melakukan pengujian terhadap sampel makanan yang dikonsumsi korban. Hasilnya memang sedang dirapatkan. Itu akan segera dibuat laporan ke Dinkes Provinsi,” ucap Patabang kepada mangunipost.com.

Kata dia, selaku Ketua Tim Gerak Cepat Kasus KLB (kejadian luar biasa), Kepala Dinkes Provinsi Sulutlah yang harus menyampaikan laporan hasil penyebab keracunan tersebut. Menurut Patabang, pihaknya bertugas melakukan uji. Selanjutnya, hasil uji dibawa ke Dinkes untuk diinformasikan ke publik. Dijelaskannya, BPOM melakukan sejumlah pengujian. Jadi, ada pengujian kimia dan micro biologi.

“Yang lama itu pengujian micro biologi. Paling cepat satu minggu selesai. Ada sejumlah bakteri yang kita duga menjadi penyebab. Bakteri itu harus dipelihara dahulu dan dibiakkan kemudian diteliti,” jelas Patabang di ruang kerjanya.

Ditambahnya, proses pengujian itulah yang membuat pemeriksaan sampel jadi lama. Bukan ditahan-tahan. “Sejak sampel itu diambil, kita langsung melakukan aksi,” tandasnya.

Dikabarkan sebelumnya, keracunan makanan telah dialami sekira ratusan warga Langowan pada Minggu, 2 Januari 2019. (eka egeten)