Hindari Amuk Masa, Buaya Penerkam Manusia Bakal Dievakuasi

345
Foto: Merry, seekor buaya pemangsa yang akan divekasuasi (Foto: facebook// melky pangemanan nazara)

Manado, MP

Warga Bumi Nyiur Melambai dibuat gempar. Penemuan sesosok mayat perempuan yang tewas diterkam buaya jadi pemicu. Deysi Tuwo (44), warga Desa Suluun, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ditemukan tak bernyawa di kandang buaya milik atasannya di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Jumat (11/1).

Menghindari hal yang tak diinginkan, Tim Bali Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut bergerak cepat menuju ke lokasi guna mengevakuasi predator yang memangsa kepala laboratorium CV. Yosiki itu.

Hendrik Rundengan, salah satu personil BKSDA mengungkapkan, masyarakat yang ingin memelihara satwa liar harus mengantongi izin dari pihak berwenang.

“Dari izin inilah akan ditinjau kelayakan lokasi dan hal-hal yang mendukung lainnya,” ujarnya.

Lanjut Rundengan, rencananya buaya yang belakangan diketahui bernama Merry itu akan dievakuasi ke pusat penyelamatan satwa Tasik Oki Bitung.

“Hewan tersebut tidak bisa dibunuh. Sebab ada isu beredar karena amarah warga buaya tersebut akan dibunuh. Untuk itu akan kami evakuasi,” terangnya.

Namun, pihaknya masih belum bisa langsung mengevakuasi buaya dikarenakan kekurangan personil di lapangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PPS Tasik Oki Bitung, rencananya akan dievakuasi ke sana. Tim rescue sudah turun tadi, tapi belum bisa evakuasi karena keterbatasan,” jelasnya sembari menambahkan buaya tersebut juga akan dijadikan barang bukti dalam proses penyelidikan polisi.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih mencari pemilik buaya berukuran 5 meter itu.

“Kita masih mencari pemilik buaya itu. Selain itu kami juga sudah berkoordinasi dengan camat dan hukum tua setempat ,” tandasnya. (tim MP)