Hoaks Ratna, BRANI Minta Polisi Segera Panggil Fadli Zon

233

Jakarta, MP
Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Benny Rhamdani menduga kebohongan berita tentang penganiayaan, tidak semata kebohongan tunggal yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. Bahkan patut diduga berita Hoaks tersebut bukan atas inisiatif pribadi Rarna Sarumpaet yang sifatnya untuk kepentingan pribadi dan internal keluarganya. Atau hanya untuk kepentingan lingkungan poklitiknya. Yaitu Prabowo cs.

“Menurut informasi yg berkembang, Fadli Zon merupakan orang pertama yang menjenguk Ratna Sarumpaet. Dan kemudian foto Fadli Zon dan RS dengan cepat beredar, bahhkan mungkin sengaja di sebar di ruang publik. Kemudian diikuti dengan pernyataan Fadli Zon tentang berita bohong tentang penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, berita bohong tentang penganiayaan Ratna secepat kilat menyebar dan disambar oleh para elit politik dan tokoh oposisi. Bahkan Prabowo Subianto mengambil sesi khusus dengan Konferensi Pers, ikut terlibat dalam menyebarkan berita bohong tersebut.

“Kebohongan Ratna Sarumpaet sekali lagi patut diduga bukuan kebohonggan Tunggal. Bahkan patut diduga sebagai kebohongan yang memang sudah dipersuapkan dan direncanakan. Jika benar, tujuannya pasti untuk mendelegitimasi pemerintahan jokowi. Berharap munculnya pengadilan rakyat keada jokowi sebgaai pemimpin Sipil yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi lawan politik,” katanya.

Maka untuk membuktikan dugaan tersebut, terlebih setelah RS mengakui kebohongannta didepan Publik, politikus asal bumi Nyiur Melambai ini meminta polisi harus cepat bergerak dan proses pengusutan kasus tersubut tidak berhenti pada Ratna Sarumpaet.

“Fadli Zon dan pihak-pihak lainnya yang patut diduga terlibat dalam kejahatan penyebaran berita Hoax tersebut, layak untuk segera diperiksa dan jika terbukti, Polisi tidak takut untuk menetapkan mereka sebagai tersangka dan menyeret mereka didepan hukum,” ujarnya.

“Setelah Ratna, Polisi dan Kantor Imigrasi harus segera mencekal saudara Fadli Zon,” sambungnya.

Ia menilai, menatapakan RS sebagai tersangka dan mencekal Fadli Zon kemudian melakukan pemeriksaan kepada dirinya, adalah langkah penting dari sebuh proses hukum guna membuktikan dan membongkar adanya kejahatan berjamaah berita hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Jika polisi mampu bertindak cermat dan profesional, maka bukan tidak mungkin, kasus ini juga akan menyeret Prabowo Subianto, Fahri Hamzah, Ferdinand, Hanum Rais, Rachel Maryam, dan juga yg lainnya,” ujarnya.

Sekali lagi, tindakan Mencekal Fadli Zon dan memeriksanya adalah langkah penting untuk sebuah pengusutan atas dugaan Kejahatan Penyebaran Berita Hoax secara berjamaah. Selain dugaan bahwa kasus tersebut memang sebuah skenario yang sudah direncanakan dan dipersiapkan dengan motif untuk menyerang Pemerintahan yang Sah,” pungkas politikus asal ‘Bumi Totabuan ini’. (timMP)