Hut Provinsi Sulut Meriah Dengan Pakaian Adat

896
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw (Iswan Sual)

Manado, MP

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 54 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dipusatkan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut berlangsung meriah dan unik.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Rapat Paripurna itu dilaksanakan Senin (24/9) 2018 dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw.

Yang mencolok, para pejabat hadir dengan pakaian adat yang beragam sehingga mencerminkan kenyataan Provinsi Nyiur Melambai. Nampak ada pejabat berbalut pakaian adat Minahasa, Bali, Jawa, Sangihe, Talaud, Gorontalo dan Bugis.

Dalam rapat paripurna dibacakan oleh Ketua DPRD Sulut secara singkat sejarah terbentuknya Provinsi Sulut. Para gubernur dan ketua DPRD Sulut sejak Provinsi Sulut berdiri hingga sekarang disebut satu per satu.

Menarik disimak, nama-nama mantan gubernur dan Ketua DPRD Sulut dikait-kaitkan dengan keturunan atau sanak saudara mereka yang sementara ada dalam pemerintahan saat ini.

Sempat disebut Siska Mangindaan (Anak perempuan dari mantan Gubernur E.E. Mangindaan), Vanda Sarundajang (Anak perempuan dari mantan Gubernur S.H.  Sarundajang), dan Inggrid Sondakh (Anak perempuan dari mantan Gubernur A.J. Sondakh).

Hut Provinsi Sulut dimeriahkan dengan penampilan Tarian Kawasaran, Kabela, Pisok dan grup vokal Relawan Anak Autis serta pemutaran klip video wawancara dengan Gubernur Olly.

Kegiatan yang seharusnya digelar pada 23 September 2018 ini dihadiri pula Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Dr Hein Arina,  MTh. Arina pun didaulat memimpin doa syukur Hut Provinsi.

Pula hadir para teladan dan insan yang sudah berprestasi di tingkat nasional dan internasional 2018,  di antaranya Abdul Malik, Hengki Lasut dan Edi Manoppo, Gil Modigir dan elvita Lasut, Benito Sepang dan Brenda Tumbelaka.

DPRD Sulut  berharap mereka terus mempertahankan prestasi demi terus mengharumkan nama Sulut.

“Kiranya prestasi dapat terus dipertahankan dan diharapkan di masa-masa akan datang untuk lebih ditingkatkan demi membawa harum Provinsi Sulawesi Utara,” kata Andrei Angouw.

“Semoga menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk melakukan pencapaian di bidang dan keahlian masing-masing,” tambahnya.

Di tempat yang sama Angouw menyampaikan bahwa masyarakat perlu berperan penting dalam mewujidkan cita-cita pendiri bangsa.

“Sulawesi Utara harus berperan penting dalam kemajuan Indonesia demi mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Mustahil bila sendiri-sendiri. Gotong-royong merupakan intisari dari pancasila. Di Sulawesi Utara kita mempunyai falsafah si tou timou tumou tou,” kuncinya (Iswan Sual)