Ibu Hamil Dibekali Ilmu Cara Cegah Stunting

241
Walikota Eman menyerahkan makanan tambahan dan susu ibu hamil secara simbolis. (ist)

Tomohon, MP
Publik Kota Sejuk, khususnya ibu-ibu hamil diberi pencerahan. Itu terkait ilmu tentang pencegahan terjadinya stunting (kondisi anak memiliki tinggi badan lebih pendek atau tak sesuai dengan usianya). Program ini direalisasikan lewat giat penanggulangan KEP (kurang energi protein), anemia gizi besi, GAKY (gangguan akibat kurang yodium), kekurangan vitamin A dan zat gizi mikro lainnya di Aula Tulip Inn Paslaten, Senin (04/02).

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon, dr Deesje Liuw MBiomed menjelaskan, kegiatan itu juga dilaksanakan demi tercapainya derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Teridentifikasinya status gizi pada ibu hamil. Tersedianya informasi secara cepat mengenai masalah stunting pada anak.

“Ibu hamil dapat mengerti pentingnya mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi sejak awal kehamilan,” ujar Liuw.

Saat membuka kegiatan, Walikota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak menyebut, ada dua masalah kekurangan gizi di Indonesia. Sesuai hasil riset kesehatan dasar 2018, stunting (pendek) pada balita capai 30,8 persen dan wasting (kurus) 10,2 persen. Angka ini masih berada di atas batas toleransi yang ditetapkan WHO (world healthy organization), yakni stunting 20 persen dan wasting 5 persen.

“Ini artinya, Indonesia masih berada dalam kategori kronis (warna merah),” tutur Eman.

Terkait itu lanjut dia, Kota Tomohon patut bersyukur. Sebab, melalui hasil survei pemantauan gizi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memberikan apresiasi baik ke Kota Tomohon selama tiga tahun (2015 – 2017). Itu lantaran angka stunting dan wasting Kota Bunga masih berada di bawah batas toleransi standar WHO.

“Marilah kita melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin. Sebab, penaggulangan stunting menjadi tanggung jawab kita bersama. Sehingga bisa tercipta generasi muda yang sehat dan kuat,” tandas Eman.

Kegiatan ini dihadiri ibu-ibu hamil dari setiap kelurahan dan petugas-petugas gizi di masing-masing Puskesmas. Tampil selaku narasumber, yakni unsur Dinas Kesehatan Daerah Provinsi dan Persatuan Ahli Gizi Sulawesi Utara. (*)

Editor: Ronni Somba