Jangan Sampai Terjadi di Manado!

170

Ketua Projo Sulut Kecam Intimidasi Jurnalis di Aceh

MANADO, ManguniPost.com – Aksi kekerasan terhadap jurnalis di Aceh, secara lantang ikut dikritisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Sulawesi Utara (Sulut), Lucky Schramm.

Menurut Schramm, aksi kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia seharusnya tidak terjadi lagi, apalagi pemicu aksi diduga kuat terkait pemberitaan.

Tak pelak, begitu mendengar peristiwa yang menimpa Ketua PWI Aceh Barat itu, Schramm yang merupakan penasehat PWI Sulut langsung angkat suara.

“Mengecam dan mengutuk atas kekerasan terhadap wartawan. Pemukulan dan pengeroyokan yang dialami ketua PWI di Aceh adalah tindakan biadab, dan hal ini harus dilawan. Hal ini supaya menjadi perhatian polisi untuk menuntaskan kasus ini dan ditindak sesuai hukum. Hal serupa bisa dialami oleh pekerja pers di mana pun berada termasuk di Manado,” tanggap Schramm.

Lebih lanjut, pengacara sekaligus dosen di Universitas Atmajaya DKI Jakarta ini, menuturkan  bahwa persoalan pemberitaan, ada mekanisme yang mengatur sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Jelas kekerasan terhadap wartawan harus kita lawan dan mereka para pelaku menjadi musuh bersama. Jika merasa keberatan, kan ada beberapa upaya yang bisa ditempuh. Bukan justru main hakim sendiri,” jelasnya.

“Saya perhatikan semua daerah sebenarnya sama, ada oknum pejabat yang juga memelihara preman, sehingga tindakan premanisme begitu kental untuk mengawal segala perbuatan melawan hukum mereka bahkan mengintimidasi dan melakukan kekerasan terhadap wartawan sering dilakukan. Jadi jangan sampai terjadi di Manado, kita harus lawan. Dan pelaku menjadi musuh bersama,” tegasnya.

Sekedar diketahui, aksi kekerasan yang menimpa wartawan ANTARA, Teuku Dedi Iskandar telah terjadi, Senin (20/01) di salah satu warung kopi Kota Meulaboh, Aceh Barat. Dimana, korban Teuku dikeroyok sejumlah orang. Diduga peristiwa ini terkait dengan pemberitaan. (*)

Editor : Jack Wullur