Janji Manis ESDM Sulut Soal Perizinan PESK

336


Manado, MP
– Pertemuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Sulawesi Utara (Sulut) bersama Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, telah berlangsung, Kamis (31/01).

Dimana, secara umum topik yang dibahas seputar pertambangan di Nyiur Melambai. Menariknya, ketika diwawancara wartawan Mangunipost, usai pertemuan, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara ESDM Sulut, Theo Rompas sempat melontarkan janji manis terkait perizinan Pertambangan Skala Kecil (PESK).

Menurut Rompas, warga yang hendak mengurus perizinan tersebut, siap difasilitasi pihaknya. “Pada prinsipnya Dinas ESDM akan membatu proses perizinan sebatas kewenangan kita,” ujar Rompas.

“Untuk proses pengurusan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) bermula dari Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). WPR dikeluarkan oleh Kementerian atas rekomendasi Gubernur. Bisa saja rekomendasi Gubernur datang dari Bupati,” sambungnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa sesudah ada WPR, baru kemudian IPR diurus. Dan ketentuan IPR, untuk perorangan seluas 1 hektar. Sedangkan kelompok dengan luas 5 hektar. Lain halnya  untuk koperasi yang luasnya tembus angka 10 hektar. “Di Sulut ada dua WPR yaitu di Tobongon dan Tatelu,” tandasnya. (*)

Penulis : Eka Egeten

Editor : Jack Wullur